Geser MiG-29 Soviet, jet tempur JF-17 Block III Azerbaijan resmi masuk dinas operasional AzAF
PACAIRSPACE REVIEW – Kementerian Pertahanan Azerbaijan secara resmi mengumumkan armada jet tempur baru mereka, JF-17 Thunder Block III, kini telah memasuki status operasional penuh dan resmi bertugas di Angkatan Udara Azerbaijan (AzAF).
Kepastian ini terungkap melalui rilis foto dan video resmi yang memperlihatkan jet-jet tempur generasi terbaru tersebut terlibat langsung dalam latihan militer berkala sesuai Rencana Pelatihan 2026.
JF-17 Block III terlihat beroperasi dari Pangkalan Udara Nasosnaya, melaksanakan misi formasi, intersepsi, serta simulasi penghancuran target udara bersama dengan jet serang Su-25, Su-25ML, dan pesawat latih L-39.
Langkah ini menandai lompatan teknologi besar-besaran bagi AzAF yang tengah memodernisasi kekuatannya guna menggantikan armada tua MiG-29 buatan Soviet.
Kontrak pengadaan jet tempur multiperan ini disepakati dengan Pakistan pada tahun 2024 dan diperluas pada tahun 2025 menjadi total 40 unit dengan nilai mencapai USD 4,6 miliar (sekitar Rp74 triliun), menjadikannya sebagai kesepakatan ekspor militer terbesar dalam sejarah Pakistan.
Evolusi Paling Mutakhir JF-17
Dikembangkan bersama oleh Pakistan Aeronautical Complex (PAC) dan Chengdu Aircraft Corporation (CAC) dari China, JF-17 varian Block III merupakan evolusi paling mutakhir dari jet tempur ini.
Pesawat ini telah dilengkapi radar Active Electronically Scanned Array (AESA) tipe KLJ-7A, kokpit layar panoramik modern, sistem pencari jejak inframerah (IRST), serta kompatibilitas penuh dengan rudal udara ke udara jarak jauh melampaui cakrawala (BVR) jenis PL-15E buatan China.
Kehadiran JF-17 Block III di Kaukasus Selatan diproyeksikan akan mengubah peta keseimbangan kekuatan udara di wilayah tersebut secara signifikan berkat kemampuan peperangan elektronik (EW) dan deteksi multi-targetnya yang superior.
Keberhasilan integrasi operasional ini juga sekaligus memperkuat posisi JF-17 Block III sebagai komoditas ekspor andalan industri dirgantara Pakistan bagi pasar internasional.
Kekuatan Udara Azerbaijan
Hingga beberapa tahun lalu, AzAF masih bertumpu pada armada MiG-29 (NATO: Fulcrum) buatan Soviet yang bertugas sebagai pencegat utama. Namun, akibat keterbatasan suku cadang dan teknologi radar lawas membuat Baku beralih ke platform modern.
Untuk misi penyerangan ke darat, Azerbaijan masih mengandalkan sekitar belasan Su-25 (NATO: Frogfoot).
Menariknya, armada ini telah dimodernisasi oleh industri pertahanan Turkiye (TUSAŞ) ke standar Su-25ML (Lachin), yang memungkinkan jet era Soviet ini membawa bom pintar berpemandu laser serta rudal jelajah presisi seperti SOM buatan Turkiye.
Armada Drone Modern
Salah satu elemen paling menonjol dari kekuatan AzAF adalah integrasi armada kendaraan udara tak berawak (UAV/drone) yang terbukti sangat destruktif dalam konflik Nagorno-Karabakh.
Drone tersebut mencakup Bayraktar TB2 dari Turkiye di mana drone kombatan (UCAV) ini menjadi kunci penghancur sistem pertahanan udara dan armor lawan dengan amunisi presisi MAM-L.
Masih dari Turkiye, AzAF juga mengoperasikan Akinci, UCAV kelas berat yang lebih baru, yang mampu membawa muatan senjata lebih besar, sensor lebih canggih, dan jarak jangkau yang lebih jauh.
Selain dari Turkiye, Azerbaijan juga mengoperasikan mengombinasikan drone intai dengan drone kamikaze buatan Israel seperti Harop dan Orbiter 1K untuk taktik penyerangan SEAD (Suppression of Enemy Air Defenses).
Helikopter dan Sistem Pertahanan Udara
Sementara untuk mobilitas taktis dan serbu udara, AzAF diperkuat oleh helikopter Mi-24 Hind dan Mi-35M dari Rusia untuk mendukung operasi pasukan darat. Ada juga heli Mi-8/Mi-17 Hip untuk transportasi personel dan logistik utama.
Kemudian ada pesawat Il-76MD dari Rusia dan C-27J Spartan dari Italia untuk armada angkut strategis dan taktis. Pengadaan C-27J Spartan dari Leonardo mempertegas diversifikasi alutsista Azerbaijan yang mulai merambah ke pabrikan NATO.
Kekuatan udara Azerbaijan tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi erat dengan komando pertahanan udara darat yang sangat rapat untuk melindungi wilayah Kaukasus dari ancaman rudal atau jet lawan.
Negara di persimpangan Asia Barat dan Eropa Timur ini dilengkapi dengan sistem pertahanan udara jarak jauh S-300PMU2 dari Rusia, sistem pertahanan udara modular Barak-8 dari Israel, serta sistem pertahanan udara jarak menengah Spyder dari Israel serta Buk-MB dari Rusia. (RNS)
