Vietnam tertarik kembangkan proyek fregat Gepard-3.9 Rusia di dalam negeri
WikimediaAIRSPACE REVIEW – Vietnam dilaporkan menunjukkan ketertarikan yang sangat besar terhadap proyek kapal fregat kelas Gepard-3.9 (Proyek 11661E) buatan Rusia.
Bahkan, ada kemungkinan proses produksi kapal perang ini nantinya akan dilokalisasi di Vietnam. Hal ini disampaikan oleh Direktur Layanan Kerja Sama Militer-Teknis Federal Rusia, Dmitry Shugayev.
“Ada minat yang besar untuk mengembangkan proyek fregat Kelas Gepard-3.9, karena empat dari fregat ini sudah beroperasi di Angkatan Laut Vietnam. Saya rasa kita bisa berharap proyek ini terus berlanjut, termasuk adanya lokalisasi produksi,” kata Shugayev dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Rusia, Channel One.
Shugayev menambahkan bahwa militer Vietnam saat ini banyak dipersenjatai oleh alutsista asal Rusia, mulai dari pesawat terbang, perangkat keras untuk pasukan darat, hingga peralatan angkatan laut yang menjadi komponen sangat penting bagi pertahanan mereka.
Telah Membeli Empat Gepard
Berdasarkan catatan sebelumnya, Vietnam telah membeli empat unit fregat kelas Gepard dari Rusia.
Sepasang kapal pertama selesai dibangun dan dikirim ke Vietnam pada periode 2010–2011.
Sementara itu, sepasang kapal kedua dipesan dalam versi anti-kapal selam dan telah diserahkan kepada pihak Vietnam pada Desember 2017.
Keempat fregat Proyek 11661E Gepard-3.9 tersebut dikembangkan dan dibangun oleh Biro Desain Zelenodolsk (Zelenodolsk Design Bureau).
Kapal Perang Permukaan Multiperan
Kapal fregat Kelas Gepard-3.9 (Proyek 11661E) merupakan kapal perang permukaan multiperan buatan Rusia yang dikembangkan oleh Biro Desain Zelenodolsk khusus untuk pasar ekspor.
Desainnya mengadopsi fitur semi-siluman dengan sudut lambung miring guna meminimalkan jejak radar di lautan.
Kapal dengan bobot tempur mencapai 2.200 ton dan panjang 102 meter ini digerakkan oleh sistem mesin CODOG (kombinasi diesel dan turbin gas) yang mampu mendorong kapal hingga kecepatan maksimum 28 knot, serta memiliki daya jelajah operasional hingga 5.000 mil laut.
Untuk urusan daya gempur, kapal ini membawa persenjataan yang sangat padat khas doktrin militer Rusia.
Gepard-3.9 dipersenjatai dengan delapan peluncur rudal antikapal Uran-E untuk menyasar armada permukaan musuh, meriam utama AK-176M kaliber 76,2 mm di dek depan, serta sistem pertahanan udara jarak dekat Palma CIWS yang mengombinasikan meriam cepat dan rudal berpemandu laser.
Pada varian yang dioptimalkan untuk misi antikapal selam (ASW), kapal ini turut dibekali tabung torpedo 533 mm, peluncur roket RBU-6000, serta sonar modern untuk deteksi bawah air.
Selain itu, bagian buritan kapal dilengkapi dengan helipad dan hanggar yang mampu menampung satu helikopter medium sekelas Kamov Ka-28 untuk mendukung misi pengintaian maupun perburuan kapal selam. (PN)
