Mengaku angkat kaki, perusahaan Jerman ini ternyata masih pasok peralatan ke pabrik jet Su-30 dan rudal S-400 Rusia
Vitaliy Nevar/TASSAIRSPACE REVIEW – Meskipun berulang kali menyatakan telah menghentikan seluruh operasionalnya di Rusia sejak pecahnya perang berskala penuh di Ukraina, produsen alat perkakas presisi asal Jerman, Gühring KG, dilaporkan masih menyuplai industri pertahanan Kremlin.
Berdasarkan investigasi mendalam yang dirilis oleh media The Insider, produk-produk mutakhir dari Gühring dialirkan secara sembunyi-sembunyi ke puluhan pabrik militer Rusia melalui jaringan perusahaan afiliasi dan jalur pasokan bayangan di Asia.
Investigasi tersebut mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa alat pemotong, bor, dan pengulir logam presisi tinggi buatan Gühring menjadi komponen vital dalam memproduksi rantai persenjataan andalan Rusia.
Daftar Perusahaan Rusia
Beberapa raksasa pertahanan yang tercatat menggunakan alat ini antara lain adalah Kalashnikov Concern, produsen senjata api, drone, dan amunisi presisi untuk militer Rusia.
Kemudian Pabrik Penerbangan Irkutsk, fasilitas jet tempur yang merakit pesawat tempur superioritas udara Su-30SM serta Kompleks Ilmiah Penerbangan Beriev yang menjadi pusat perawatan dan modernisasi pesawat pengintai peringatan dini A-50.
Selain itu ada juga Pabrik Pembuatan Mesin Kalinin, produsen sistem peluncur pertahanan udara canggih S-300 dan S-400 Rusia.
Perusahaan lainnya adalah Asosiasi Produksi Bazalt, pembuat amunisi artileri, termasuk peluru kendali pintar Krasnopol, serta Asosiasi Produksi Mayak, bagian dari sektor nuklir Rusia yang memproduksi plutonium untuk hulu ledak nuklir.
Secara total, para jurnalis mengidentifikasi sekitar 280 kontrak pengadaan alat Gühring oleh entitas pertahanan Rusia dalam rentang waktu antara tahun 2015 hingga 2023.
Siasat “Keluar” di Atas Kertas
Saat penyerbuan Rusia ke Ukraina dimulai, Gühring KG mengklaim telah melakukan dekonsolidasi dan melepaskan anak usahanya di Rusia, Gühring LLC.
Manajemen pusat menegaskan bahwa mereka tidak lagi memiliki pengaruh atau melakukan pengiriman barang baik langsung maupun tidak langsung ke Moskow.
Namun, dokumen hukum dan finansial berkata lain. Anak usaha di Rusia tersebut hanya berganti nama menjadi Tool Company Gut dan tetap aktif mengimpor produk Gühring.
Sejak Juni 2022 saja, perusahaan ini berhasil memasukkan peralatan pemotong logam presisi senilai sedikitnya USD 20,98 juta (sekitar Rp340 miliar) langsung ke Rusia.
Akibat dari aktivitas ilegal ini, Amerika Serikat akhirnya menjatuhkan sanksi resmi kepada Tool Company Gut pada Oktober 2024, seperti diberitakan Militarnyi.
Lebih mencurigakan lagi, surat pernyataan kesesuaian produk (declaration of conformity) untuk alat frais (milling cutters) buatan Gühring KG justru baru diterbitkan pada April 2022, disusul dua deklarasi tambahan pada tahun 2023.
Para staf di Rusia bahkan kedapatan masih aktif berkomunikasi menggunakan domain email resmi perusahaan Jerman tersebut.
Jalur Belakang Lewat China dan India
Bagaimana barang-barang bermutu tinggi dari Eropa ini bisa menembus sanksi ketat Barat? Jawabannya ada pada pengalihan rute internasional.
Pabrik Gühring di Nizhny Novgorod, yang dibangun pada 2016 dengan investasi senilai €6 juta, kini diambil alih oleh Mobula LLC. Perusahaan baru ini dimiliki oleh Yuri Gulyaev, mantan direktur kantor perwakilan Gühring di Rusia.
Di bawah kendali baru, Mobula LLC bertindak sebagai importir utama dengan memanfaatkan perantara di Asia. Investigasi menemukan dokumen akhir 2023 yang menunjukkan pasokan dialihkan melalui Shanghai Zhuangyu Mechanical and Electrical Equipment Co. di China serta Victools Inc. di India, yang kedapatan mengekspor sekitar 690 kg peralatan Gühring senilai lebih dari 28 juta rubel ke Rusia.
Perputaran Uang Misterius Rp7 Triliun
Siasat Mobula LLC tidak hanya terlihat dari arus logistik barang, melainkan juga dari laporan keuangannya yang tidak wajar.
Pada tahun 2025, tercatat ada dana fantastis sebesar 44 miliar rubel (sekitar Rp7,3 triliun) yang mengalir melalui perusahaan tersebut, yang secara sepihak diklasifikasikan sebagai “pendapatan dari aktivitas investasi.”
Natalia Mukhina, kepala pemantauan di Transparency International Russia, menilai struktur arus kas raksasa tersebut mengindikasikan adanya skema penyelesaian skala besar. (PN)
