Gunakan mesin domestik, jet MC-21 Rusia tempuh jarak 3.800 km dalam uji sertifikasi
UACAIRSPACE REVIEW – Jet komersial terbaru buatan Rusia, MC-21-310, berhasil terbang sejuah 2.050 mil laut (3.800 km) dalam rangkaian uji terbang sertifikasi terbarunya.
Penerbangan uji coba ini dilakukan dengan mengangkut beban simulasi yang setara dengan 175 penumpang.
Perusahaan negara Rusia, Rostec, mengatakan, uji terbang ini dirancang untuk menyimulasikan operasional maskapai penerbangan pada umumnya.
Selain menguji jarak tempuh, tim insinyur juga memverifikasi performa lepas landas (take-off) dengan kondisi satu mesin mati —yang merupakan salah satu syarat wajib sertifikasi keselamatan bagi pesawat bermesin ganda (twin-engine).
Data performa ini juga ditegaskan langsung oleh Presiden Rusia Vladimir Putin saat mengunjungi fasilitas penerbangan di Zhukovsky.
Dalam kunjungan tersebut, Putin meninjau langsung proyek MC-21-310 bersama dua pesawat domestik lainnya, yaitu SJ-100 dan Il-114-300, guna membahas masa depan industri penerbangan sipil negara tersebut.
Awalnya Menggunakan Mesin Buatan AS
Pesawat MC-21-310 yang diuji ini ditenagai oleh mesin Aviadvigatel PD-14 buatan dalam negeri Rusia.
Kabin pesawat dikonfigurasi dalam dua kelas berkapasitas 175 kursi. Formasi ini direncanakan menjadi standar untuk batch produksi massal pertama.
Meskipun uji sertifikasi ini berjalan sukses, performa jarak tempuh MC-21-310 saat ini tercatat masih jauh di bawah para pesaing Baratnya.
Sebagai perbandingan, Airbus A320neo dan Boeing 737 MAX mampu terbang melintasi jarak lebih dari 6.000 km, tergantung pada konfigurasi muatannya.
Penurunan performa operasional ini disinyalir terjadi akibat program substitusi impor berskala besar yang harus dilakukan Rusia.
Sebelum dijatuhi sanksi internasional pascapenyerbuan ke Ukraina, MC-21 awalnya dirancang untuk menggunakan mesin geared turbofan Pratt & Whitney PW1400G asal Amerika Serikat, serta berbagai komponen dan sistem navigasi canggih dari pemasok asing lainnya.
Rombak Total dengan Komponen Dalam Negeri
Akibat sanksi tersebut, Moskow terpaksa merombak total cetak biru pesawat dan mengganti seluruh komponen asing dengan suku cadang buatan lokal.
Proses redesain sistem pesawat yang rumit ini memakan waktu lama dan membuat lini masa proyek tertunda hingga beberapa tahun.
Saat ini, MC-21 yang dibuat oleh Yakovlev, anak perusahaan United Aircraft Corporation (UAC), masih berada dalam tahap uji terbang reguler dan belum mengantongi sertifikasi resmi.
Setelah mengalami beberapa kali revisi jadwal, otoritas penerbangan Rusia kini menargetkan produksi massal secara serial baru bisa dimulai pada tahun 2027. (PN)
