Canggih, proyektil ERAP 155 mm dari General Atomics dapat bermanuver di udara

Proyektil ERAP 155 mm mampu bermanuverGAES
Proyektil ERAP 155 mm mampu bermanuver.

AIRSPACE REVIEW – General Atomics Electromagnetic Systems (GAES) mendapatkan kontrak dari Angkatan Darat AS (US Army) untuk mengembangkan proyektil 155 mm jarak jauh yang dapat bermanuver di udara.

Pengembangan di bawah program Extended Range Artillery Projectile (ERAP) ini dinilai signifikan karena memungkinkan howitzer swagerak (SPH) untuk menyerang target yang lebih jauh dan tetap efektif bahkan ketika sinyal GPS terputus.

Selain menyerang target pada jarak lebih jauh, proyektil ini juga mampu mempertahankan akurasi dalam lingkungan peperangan elektronik tinggi.

Ke depannya, proyektil ini dapat memberikan kemampuan tembakan presisi yang hemat biaya, menjembatani kesenjangan antara peluru artileri konvensional dan sistem rudal jarak jauh.

Target IOC pada 2030-an

Berdasarkan kontrak, GAES akan melakukan demonstrasi penerbangan untuk membuktikan kemampuan proyektil dalam bermanuver setelah peluncuran, serta tetap akurat dalam kondisi yang terganggu oleh GPS.

US Army sendiri mengharapkan proyektil ERAP dapat mencapai Kemampuan Operasional Awal (IOC) pada tahun 2030-an.

ERAP dirancang untuk menghasilkan daya angkat dan menyesuaikan lintasannya selama penerbangan.

Desainnya menggunakan sayap yang dapat dilipat dan sistem panduan redundan canggih, sekaligus tetap kompatibel dengan howitzer dan pengisi amunisi lama.

Mempersulit Kemampuan Musuh

Intinya, proyektil ini dirancang untuk memberikan jangkauan yang lebih jauh tanpa bantuan roket.

Fitur tersebut menyederhanakan integrasi dan mengurangi ketergantungan pada komponen propulsi di dalam badan proyektil, serta mempertahankan ruang desain untuk fungsi panduan, kontrol, dan muatan.

Proyektil presisi 155 mm yang mampu terbang lebih jauh dan bermanuver akan mempersulit kemampuan musuh untuk melakukan tembakan balasan antibaterai.

Dibandingkan roket artileri medan yang digunakan peluncur roket multilaras (MLRS), proyektil ERAP 155 mm untuk SPH jauh lebih murah, namun tetap memberikan efek daya hancur yang kuat. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *