Jerman perkenalkan IRIS-T SLS MK 4, seluruh sistem dalam satu platform kendaraan
Diehl DefenceAIRSPACE REVIEW – Sehari menjelang pameran kedirgantaraan ILA Berlin 2026, 10-14 Juni, perusahaan pertahanan Jerman, Diehl Defence, memperkenalkan sistem rudal pertahanan baru IRIS-T SLS MK 4, rancangannya.
Sistem terpadu ini mengintegrasikan radar, komando dan kendali, serta peluncur pada satu platform yang efisien dengan kemampuan tembak sambil bergerak. Platform yang digunakan adalah truk Zetros 6X6 dari Mercedes-Benz.
Bila sistem pertahanan udara lain terdiri dari beberapa kendaraan untuk radar, komando dan kendali, serta peluncur yang harus berkoordinasi dan memposisikan diri bersama, maka IRIS-T SLS MK 4 mengintegrasikan ketiga fungsi tersebut pada satu kendaraan.
Radar mendeteksi dan melacak ancaman. Sistem komando mengklasifikasikannya dan memilih solusi penyerangan, dan peluncur menembakkan rudal.
Membawa Rudal Lebih Banyak
Versi generasi keempat dari sistem Pertahanan Udara Jarak Pendek (SHORAD) ini juga membawa rudal lebih banyak, yaitu delapan unit, dibandingkan IRIS-T SLS MK 3 yang hanya empat rudal.
Rudalnya mampu menjangkau target hingga jarak 12 km dan ketinggian maksimum 8 km, meluncur dengan kecepatan hingga 3 Mach.
Peningkatan tersebut memperluas area perlindungan yang dapat diluncurkan sistem di sekitar target yang dilindunginya.
Keluarga IRIS-T mencakup varian SLS (Surface Launched Short-range) merupakan versi yang lebih ringkas untuk perlindungan jarak dekat dan varian SLM (Surface Launched Medium-range) yang melindungi area lebih luas.
Menonjol dalam Perang di Ukraina
Rudal IRIS-T yang menjadi inti sistem ini awalnya adalah rudal udara ke udara jarak pendek yang digunakan mempersenjatai jet tempur Eurofighter Typhoon dan Tornado, dengan pengarah dorong yang memberikannya kemampuan manuver luar biasa pada jarak dekat.
Sistem IRIS-T menjadi salah satu platform pertahanan udara jarak pendek paling menonjol yang muncul dalam perang di Ukraina.
Diketahui, Jerman telah memasok sistem IRIS-T SLM ke Ukraina mulai akhir tahun 2022, dan menuai keberhasilan yang tinggi untuk mencegat rudal jelajah dan balistik yang diluncurkan Rusia. (RBS)
