Angkatan Darat AS borong 82 drone P550 untuk misi pengintaian dan penargetan, dapat beroperasi dari mana pun

US Army Borong Drone P550AeroVirontment

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Darat AS (US Army) baru saja memberikan kontrak senilai 117 juta USD kepada perusahaan AeroVironment yang berbasis di California untuk mengirimkan 82 sistem pesawat nirawak P550.

Kehadiran drone P550 ini akan memberikan kemampuan pengintaian dan penargetan organik kepada komandan lapangan secara waktu nyata.

Dapat Beroperasi dari Hutan dan Perkotaan

Salah satu fitur unggulan P550 adalah dapat beroperasi dari mana pun, karena kemampuan VTOL-nya (tinggal landas dan mendarat secara vertikal). Drone ini dapat beroperasi dari hutan hingga rapatnya gedung perkotaan.

Keunggulan lainnya termasuk muatan dan baterai yang dapat diganti di lapangan dalam waktu kurang dari lima menit tanpa memerlukan alat apa pun.

Lalu penerapan arsitektur terbuka modular pada P550, memberikan kemudahan untuk mengadopsi sistem yang diperbaharui sejalan dengan munculnya teknologi baru.

Sementara, algoritma bawaan pada P550 memungkinkan drone untuk mengeksekusi profil penerbangan kompleks secara otonom, bertransisi dengan mulus saat melayang vertikal dan penerbangan maju, serta membantu operator dalam deteksi dan klasifikasi objek.

Hal tersebut secara signifikan mengurangi beban kognitif pada prajurit yang mungkin secara bersamaan mengelola situasi taktis di darat sambil mencoba memahami umpan sensor udara.

Di lingkungan tanpa GPS atau yang diperebutkan secara elektronik, kemampuan otonom pada drone memberikan tingkat ketahanan sangat kuat dibandingkan dengan sistem yang sepenuhnya bergantung pada operator.

Drone dengan bobot berat lepas landas maksimum (MTOW) 25 kg ini, dibekali sistem propulsi listrik yang senyap.

Terbang Lima Jam dan Beroperasi Otonom

P550 memiliki daya tahan lebih dari lima jam di udara dan operasi otonom yang dibantu AI (kecerdasan buatan), dengan membawa muatan misi hingga 6,8 kg.

Untuk spesifikasinya, drone memiliki lebar 5,2 m, panjang 2,7 m, dan tinggi 0,6 m dalam konfigurasi terbang.

Sedangkan dalam konfigurasi dikemas dalam kontainer, lebarnya 1,8 m, panjang 0,6 m, dan tinggi 0,6 m, sehingga cukup mudah untuk dipindahkan. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *