Genjot armada ramah lingkungan, Air China Cargo borong 10 pesawat Airbus A350F

A350F Air China CargoAirbus

AIRSPACE REVIEW – Maskapai penerbangan logistik Air China Cargo memutuskan untuk memperluas investasinya pada armada kargo generasi terbaru buatan Airbus.

Perusahaan resmi mengubah empat opsi pembelian menjadi pesanan pasti (firm order) untuk pesawat Airbus A350F.

Dengan penambahan ini, total armada A350F yang dipesan oleh maskapai asal Tiongkok tersebut kini menjadi sepuluh unit.

Langkah strategis ini memperkuat rencana jangka panjang Air China Cargo dalam memodernisasi armada kargo jarak jauh mereka. Penambahan kapasitas ini juga dipersiapkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan logistik udara global yang diperkirakan akan terus tumbuh dalam dekade berikutnya.

Sebelumnya pada tahun 2025, Air China Cargo telah mengumumkan pembelian awal untuk enam unit Airbus A350F, menjadikannya operator pertama dari wilayah Tiongkok Daratan yang memesan pesawat kargo generasi terbaru Eropa tersebut.

Melalui konfirmasi empat unit tambahan ini, posisi Air China Cargo semakin kuat sebagai salah satu pelanggan utama dalam program pengembangan A350F.

Berdasarkan jadwal yang disepakati, enam pesawat pertama rencananya akan dikirim secara bertahap antara tahun 2029 hingga 2031.

Sementara itu, empat unit tambahan yang baru dikonfirmasi akan menyusul masuk ke jajaran armada pada periode tahun 2032 hingga 2033.

Air China Cargo juga masih mempertahankan opsi pembelian di masa depan, tergantung pada dinamika pasar dan perkembangan operasional internasional mereka.

Perluasan pesanan ini dilakukan di tengah transformasi besar di sektor kargo udara global. Pesatnya pertumbuhan perdagangan elektronik (e-commerce) internasional serta kebutuhan akan rantai pasok yang lebih tangguh mendorong banyak perusahaan logistik global untuk mempercepat peremajaan armada mereka dengan pesawat yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Saat ini, Air China Cargo mengoperasikan kombinasi pesawat kargo Boeing 777F, Boeing 747-400F, serta beberapa pesawat penumpang yang dikonversi menjadi kargo.

Meski armada Boeing 777F milik perusahaan saat ini masih tergolong efisien, sebagian pesawat yang lebih tua sudah mendekati akhir masa ekonomisnya, sehingga membutuhkan pengganti yang lebih modern.

Airbus A350F diproyeksikan menjadi tulang punggung masa depan Air China Cargo. Dikembangkan dari platform pesawat penumpang sukses A350, pesawat kargo ini dirancang untuk memenuhi standar operasional masa depan.

A350F mampu mengangkut muatan (payload) hingga 111 ton dengan jangkauan terbang mencapai sekitar 8.700 kilometer, memungkinkan penerbangan lintas benua tanpa transit di berbagai rute strategis.

Salah satu keunggulan utama dari model ini adalah tingkat efisiensinya. Airbus mengeklaim bahwa A350F mengonsumsi bahan bakar setidaknya 20% lebih hemat dan menghasilkan emisi karbon dioksida yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan kompetitor di kelasnya.

Lebih dari 70% struktur pesawat ini dibangun menggunakan material komposit canggih. Hal ini secara signifikan mengurangi bobot pesawat, mengoptimalkan konsumsi bahan bakar, dan memaksimalkan kapasitas muatan.

Selain itu, A350F akan dilengkapi dengan pintu kargo dek utama terbesar di kategorinya, yang akan mempermudah serta mempercepat proses bongkar muat barang berukuran besar.

Keunggulan lain yang tidak kalah penting adalah kepatuhan lingkungan. A350F dirancang sejak awal untuk memenuhi standar emisi karbon masa depan yang ditetapkan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).

Saat ini, program pengembangan industri A350F terus berjalan sesuai jadwal. Airbus telah menyelesaikan beberapa tahapan produksi penting, termasuk pembuatan komponen struktural pertama, bagian badan pesawat (fuselage), dan pemasangan pintu kargo utama.

Pabrikan asal Eropa tersebut tetap menargetkan pesawat ini untuk mulai resmi beroperasi pada akhir dekade ini. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *