Gantikan armada heli serang Cobra dan Apache, Jepang akan membeli drone intai dari Turkiye atau Israel
Istimewa AIRSPACE REVIEW – Jepang berencana untuk menghapuskan secara bertahap helikopter AH-1S Cobra dan AH-64D Apache milik Pasukan Bela Diri Darat (JGSDF), dan menggantinya dengan drone intai bersenjata.
Berdasarkan Program Peningkatan Pertahanan Jepang, yang telah disetujui oleh kabinet pada Desember 2022, menyerukan pembentukan sebuah unit yang akan mengoperasikan drone serbaguna di dalam JGSDF sekitar tahun 2032.
Menindaklanjuti hal tersebut, anggaran pertahanan Jepang tahun fiskal 2026, yang disahkan pada 7 April 2026, dengan nilai 11,1 miliar yen (69,7 juta USD) akan dialokasikan untuk pengadaan lima drone pertama untuk JGSDF.
Saat ini dilaporkan dua drone canggih yang telah menjalani pengujian dan evaluasi oleh lembaga pertahanan Jepang adalah Bayraktar TB2S dari Turkiye dan Heron Mk II buatan Israel.
Kedua drone tersebut memiliki kemampuan ISR (pengintaian, pengawasan dan intelijen), peperangan elektronik (EW), dan serangan sebagai konfigurasi standar.
Bayraktar TB2S yang dikembangkan oleh Baykar adalah varian ditingkatkan dari TB2 standar, dengan menambahkan tautan komunikasi satelit, memungkinkan operasi di luar jangkauan pandang langsung.
Ditenagai oleh mesin piston Rotax 912 yang menghasilkan 100 ps, drone ini dapat tetap berada di udara selama kurang lebih 27 jam.
Empat gantungan di bawah sayapnya dapat membawa hingga 150 kg senjata termasuk bom atau rudal berpemandu laser.
Sedangkan Heron Mk II, yang diproduksi oleh Israel Aerospace Industries (IAI), dilengkapi dengan mesin Rotax 915 iS berdaya 141 ps dan memiliki daya tahan maksimum 45 jam.
Drone ini membawa sistem pengawasan area luas yang memungkinkan cakupan luas tanpa perlu melintasi wilayah udara asing.
Sebagai perbandingan harga, Bayraktar TB2S diperkiraan memiliki biaya per unit 700 juta yen atau sekitar 5 juta USD.
Sedangkan Heron Mk II dibandrol dengan harga 1,5 miliar yen atau sekitar 10 juta, dua kali lipat harga TB2S.
Transisi dari helikopter serang berawak ke sistem tanpa awak merupakan salah satu perubahan struktural paling signifikan dalam penerbangan JGSDF dalam dekade terakhir.
Untuk diketahui, saat ini JGSDF masih mengoperasikan 71 unit Bell AH-1S Cobra dan 12 unit Boeing AH-64D Apache, serta 36 Kawasaki OH-1 buatan lokal. (RBS)

