Korea Selatan ubah kawanan drone dari pertunjukan jadi senjata mematikan

DAON ubah drone pertunjukan jadi drone serang_1DAON

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan asal Korea Selatan, DAON, resmi meluncurkan inovasi terbaru dalam teknologi peperangan otonom melalui seri SWARM-X.

Jika sebelumnya teknologi kawanan (swarm) drone lebih sering dikenal sebagai atraksi visual dalam pertunjukan cahaya, DAON kini mengubahnya menjadi platform serangan militer yang canggih dan presisi.

Dalam laporan terbaru yang dirilis pada April 2026, DAON memperkenalkan dua model utama, yaitu XV600 dan XV1200.

Kedua perangkat ini dirancang khusus untuk menjalankan misi serangan kamikaze (bunuh diri) terkoordinasi dan serangan presisi tinggi.

Kedua drone ini mengusung platform lepas landas vertikal (VTOL), yang memungkinkan operasional di berbagai medan tanpa memerlukan landasan pacu yang panjang.

XV600 dirancang untuk operasi tingkat peleton. Drone ini memiliki ukuran yang lebih ringkas dan dioptimalkan untuk serangan cepat serta presisi.

Sementara XV1200 memiliki kapasitas angkut yang lebih besar. Model ini mampu membawa muatan tempur yang lebih berat, bahkan dikabarkan dapat mengakomodasi peluru mortir untuk menghancurkan target yang lebih kuat.

Keunggulan utama dari seri SWARM-X terletak pada integrasi kecerdasan buatan Edge AI .

Teknologi ini memungkinkan kawanan drone beroperasi secara mandiri tanpa harus terus-menerus dikendalikan secara manual oleh operator.

Sistem kerja kawanan ini melibatkan pembagian peran yang cerdas. Drone pengintai akan mengidentifikasi target di lapangan.

Kemudian komando otonom mengirimkan data target ke drone penyerang atau sistem loitering munition.

Drone penyerang selanjutnya akan melakukan penetrasi dan serangan ke target yang telah ditentukan secara bersamaan dalam jumlah banyak, sehingga sulit ditembus oleh sistem pertahanan udara konvensional.

    CEO DAON, Yang Chang-yol, menyatakan visi perusahaan menciptakan sistem universal yang mengintegrasikan pemrosesan gambar, kendali penerbangan, eksekusi misi, dan fungsi komunikasi di bawah satu payung AI yang kokoh.

    Langkah DAON menandai pergeseran signifikan dalam doktrin pertahanan Korea Selatan, yang semakin mengandalkan teknologi otonom untuk menghadapi ancaman keamanan di kawasan tersebut.

    Dengan kemampuan serangan yang dapat dikirimkan dalam jumlah massal, sistem SWARM-X diharapkan menjadi standar baru dalam taktik pertempuran modern yang efisien dan mematikan.

    Saat ini, DAON telah membuka pesanan untuk sistem ini, dengan pengiriman yang diharapkan dapat dilakukan dalam waktu enam bulan ke depan bagi kementerian pertahanan dan mitra militer sekutu. (RNS)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *