AS kuras stok global JASSM-ER demi gempur Iran: 1.000 rudal habis!

JASSM-ERUSAF

AIRSPACE REVIEW – Eskalasi konflik di Timur Tengah memaksa militer Amerika Serikat mengambil langkah drastis dengan menguras cadangan rudal jelajah strategis Joint Air-to-Surface Standoff Missile-Extended Range (JASSM-ER) dari berbagai pangkalan global.

Langkah ini diambil menyusul laporan intensitas penggunaan senjata presisi yang sangat tinggi, di mana lebih dari 1.000 unit rudal JASSM-ER tercatat telah ditembakkan ke berbagai sasaran strategis di Iran dalam fase awal operasi militer.

Akibatnya, Pentagon kini harus memindahkan stok rudal dari komando luar negeri lainnya, termasuk wilayah Pasifik, untuk menjaga momentum serangan di bawah kendali Komando Pusat AS (CENTCOM).

Penggunaan masif rudal siluman ini menunjukkan strategi Washington yang sangat mengandalkan serangan jarak jauh (stand-off) guna meminimalisir risiko kehilangan pesawat dan personel.

Dengan jangkauan lebih dari 900 km, JASSM-ER memungkinkan pembom strategis seperti B-1B Lancer atau jet tempur F-35 Lightning II melepaskan serangan dari luar jangkauan sistem pertahanan udara Iran yang berlapis.

Namun, efektivitas ini dibayar mahal dengan menyusutnya inventaris global.

Laporan internal menunjukkan bahwa AS telah menghabiskan sekitar dua pertiga dari total stok JASSM-ER yang mereka miliki, menyisakan hanya sekitar 425 unit untuk kebutuhan operasional di wilayah lain secara global.

Krisis ketersediaan stok ini diperparah oleh keterbatasan laju produksi di dalam negeri.

Meskipun Lockheed Martin terus memacu jalur produksinya, angka konsumsi di medan tempur jauh melampaui kemampuan pabrikan yang saat ini hanya diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 396 hingga 860 unit per tahun dalam kondisi optimal.

Situasi ini memicu kekhawatiran mengenai kesiapan tempur AS di teater lain, terutama di kawasan Indo-Pasifik, mengingat rudal JASSM-ER merupakan komponen kunci dalam menghadapi potensi konflik dengan kekuatan besar lainnya.

Saat ini, pengiriman besar-besaran terus dilakukan melalui titik transit utama di Inggris untuk memastikan pasokan di garis depan tetap terjaga. (RNS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *