Korea Selatan percepat pengerahan sistem pertahanan udara LAMD pada 2029

LAMDHanwha Systems

AIRSPACE REVIEW – Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korea Selatan, pada 3 April 2026, mengumumkan untuk memajukan penempatan sistem LAMD (Low-Altitude Missile Defense) pada tahun 2029, dari rencana awal pada 2031.

Jadwal yang dipercepat ini memprioritaskan perlindungan terutama untuk wilayah ibu kota negara Seoul dan infrastruktur militer utama pada fase awal konflik dengan Korea Utara.

Program senilai 842 miliar won ini dipimpin oleh ADD, LIG ​​Nex1, Hanwha Aerospace, dan Hanwha Systems, yang pengembangannya resmi dimulai pada Januari 2025.

Sistem LAMD mengintegrasikan radar, pencegat, peluncur, dan komunikasi taktis. Dirancang untuk penyerangan cepat terhadap ancaman padat di ketinggian rendah, termasuk peluru artileri, roket, dan sistem rudal hibrida.

Subsistem yang paling penting adalah sensornya, di mana Hanwha Systems menerima kontrak senilai 131,5 miliar won untuk mengembangkan radar multifungsi yang akan berfungsi sebagai “mata” utama baterai LAMD.

LAMD dirancang untuk serangan dengan peringatan singkat dan volume tinggi. Terutama melawan ancaman howitzer jarak jauh dan peluncur roket multilaras (MLRS) Korea Utara.

Kehadiran LAMD sendiri untuk melengkapi sistem pertahanan udara berlapis Korea Selatan yang dikenal juga sebagai Korean Iron Dome.

Saat ini mereka telah mengoperasikan sistem Patriot PAC-3 dan Cheongung-II/M-SAM II, yang mencegat target pada ketinggian hingga 40 km.

Sementara L-SAM mencakup sekitar ketinggian 50 km hingga 60 km dan L-SAM II serta M-SAM Block III sedang dikembangkan untuk serangan pada ketinggian yang lebih tinggi dan lebih padat.

Dengan demikian, LAMD berada di bawah sistem-sistem tersebut, sebagai lapisan yang dioptimalkan untuk melawan roket, peluru artileri, dan senjata lainnya pada lintasan ketinggian sangat rendah. (RBS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *