AS kembali kerahkan kapal induk USS Theodore Roosevelt, bersiap menuju Timur Tengah
USN AIRSPACE REVIEW – Kapal induk bertenaga nuklir USS Theodore Roosevelt (CVN-71), salah satu aset utama Angkatan Laut AS, kembali berlayar dari San Diego untuk melakukan serangkaian operasi baru di Pasifik.
Meskipun secara resmi diklasifikasikan sebagai rutin, aktivitas tersebut merupakan bagian dari siklus persiapan tingkat lanjut menjelang kemungkinan pengerahan ke wilayah dengan ketegangan geopolitik yang lebih besar, termasuk Timur Tengah.
Pergerakan ini merupakan bagian dari model kesiapan US Navy dalam penempatan operasional armadanya secara bergantian.
Dalam beberapa bulan terakhir, kapal induk ini telah menjalani serangkaian latihan penting, termasuk kualifikasi untuk pilot yang bertugas dan integrasi penuh dengan kelompok udaranya, memastikan bahwa semua sistem dan awak siap untuk misi yang panjang.
Kemungkinan besar kapal induk USS Theodore Roosevelt akan dikerahkan ke Timur Tengah dalam beberapa minggu mendatang, menggantikan USS Abraham Lincoln (CVN-72), yang telah beroperasi di wilayah tersebut sejak awal tahun.
Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan yang melibatkan Iran dan kebutuhan untuk melindungi jalur pelayaran strategis, terutama di Laut Merah dan Teluk Aden.
Dengan lebih dari empat dekade masa baktinya, USS Theodore Roosevelt tetap menjadi salah satu kapal yang paling sering dikerahkan dalam armada AS.
Sejarah operasionalnya mencakup partisipasi dalam konflik bersejarah, seperti Operasi Badai Gurun, di mana pesawat-pesawatnya menerbangkan ribuan misi tempur, serta operasi selanjutnya di Balkan, Irak, dan Afghanistan.
Kapal ini juga memainkan peran penting dalam misi keamanan maritim baru-baru ini, termasuk Operasi Prosperity Guardian, yang bertujuan untuk melindungi lalu lintas komersial internasional.
Selama operasionalnya, USS Theodore Roosevelt diharapkan dapat menggabungkan kemampuan teknologi baru dalam beberapa tahun mendatang. Di antaranya adalah drone pengisian bahan bakar udara MQ-25 Stingray untuk pengisian bahan bakar di udara terhada jet tempur F/A-18 Super Hornet dan F-35C Lightning II.
Sementara USS Theodore Roosevelt bersiap untuk kemungkinan penempatan baru, aset angkatan laut AS lainnya juga bergerak.
USS George H.W. Bush (CVN-77) baru-baru ini memulai penempatannya sendiri, dan diperkirakan akan menyusul ke wilayah yang sama, memperkuat kehadiran militer Amerika.
Pergerakan ini mungkin terkait dengan kebutuhan untuk mengganti atau menambah USS Gerald R. Ford (CVN-78), yang dilaporkan mengalami insiden teknis selama misinya saat ini.
Sementara itu, kapal amfibi seperti USS Boxer (LHD-4) dan USS Tripoli (LHA-7) sudah beroperasi atau dikerahkan ke wilayah tersebut, mengangkut ribuan marinir dan memperluas kemampuan respons cepat Amerika Serikat dalam skenario krisis.(RNS)

