Pentagon dan Boeing sepakati kontrak 7 tahun untuk lipatgandakan produksi seeker rudal PAC-3
Lockheed Martin AIRSPACE REVIEW – Departemen Perang Amerika Serikat (Pentagon) secara resmi menjalin kesepakatan kerangka kerja strategis selama tujuh tahun dengan Boeing untuk meningkatkan produksi seeker (pencari sasaran) rudal Patriot Advanced Capability-3 (PAC-3).
Langkah ini diambil sebagai bagian dari inisiatif “Arsenal of Freedom” untuk memperkuat pertahanan udara global di tengah meningkatnya ancaman keamanan.
Dalam kesepakatan tersebut, Boeing ditargetkan untuk memproduksi tiga kali lipat seeker PAC-3.
Komponen tersebut merupakan elemen krusial yang memungkinkan pencegat rudal mengidentifikasi, melacak, dan menghancurkan ancaman canggih seperti pesawat musuh, rudal balistik, rudal jelajah, hingga senjata hipersonik.
Kesepakatan ini selaras dengan strategi transformasi akuisisi di bawah kepemimpinan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, yang menekankan pada kecepatan, volume, dan ketahanan rantai pasokan.
“Untuk membangun ‘Arsenal of Freedom’ yang sejati, kita harus memperkuat setiap mata rantai dalam rantai pasokan,” ujar Michael Duffey, Wakil Sekretaris Pertahanan untuk Akuisisi dan Keberlanjutan.
Menurutnya, kemitraan langsung dengan pemasok utama seperti Boeing sangat penting untuk memastikan militer memiliki kemampuan yang dibutuhkan dalam skala besar.
Seluruh proses peningkatan produksi seeker PAC-3 akan dipusatkan di fasilitas Boeing yang berada di Huntsville, Alabama.
Sejak tahun 2024, Boeing dilaporkan telah menginvestasikan lebih dari 200 juta USD untuk memperluas kapasitas produksi mereka, termasuk penambahan fasilitas seluas 35.000 kaki persegi.
Steve Parker, Presiden dan CEO Boeing Defense, Space & Security, menyatakan kerangka kerja ini memberikan kepastian bagi perusahaan untuk terus berinvestasi pada sumber daya manusia dan teknologi.
“Dengan kesepakatan ini, kami dapat memberikan seeker yang lebih canggih dan memperkuat keunggulan militer AS serta sekutu-sekutunya,” ungkap Parker.
Langkah Boeing ini akan melengkapi upaya Lockheed Martin, kontraktor utama untuk sistem rudal PAC-3 Missile Segment Enhancement (MSE).
Pada Januari lalu, Lockheed Martin juga telah mencapai kesepakatan serupa untuk meningkatkan produksi rudal secara keseluruhan dari 600 unit menjadi 2.000 unit per tahun.
Peningkatan produksi ini mendesak dilakukan menyusul evaluasi Pentagon terhadap kebutuhan sistem pertahanan udara yang lebih besar, terutama setelah melihat tingginya penggunaan pencegat rudal dalam berbagai konflik global baru-baru ini.
Dengan kontrak jangka panjang ini, Boeing dan Pentagon berharap dapat memenuhi permintaan domestik maupun internasional yang terus meningkat, sekaligus menciptakan lapangan kerja berketerampilan tinggi di sektor manufaktur pertahanan AS. (RNS)

