Austria menutup wilayah udaranya bagi pesawat AS yang digunakan untuk serangan terhadap Iran

B-1B strategic bomberUSAF

AIRSPACE REVIEW – Austria telah menolak akses ke wilayah udaranya bagi pesawat Amerika Serikat yang digunakan untuk menyerangan Iran.

Menurut Politico, Kementerian Pertahanan Austria membenarkan adanya permintaan untuk menggunakan wilayah udaranya dari AS untuk misi ke Iran, tetapi langsung menolaknya.

Berdasarkan hukum Austria, semua pesawat militer asing harus mengajukan permohonan izin terlebih dahulu dan menentukan tujuan penerbangan mereka sebelum memasuki wilayah udara negara tersebut.

Permintaan yang terkait dengan operasi tempur aktif ditolak, sementara misi transit atau pelatihan dapat dipertimbangkan berdasarkan kasus per kasus.

“Pertanyaannya adalah mengapa mengajukan permintaan ke negara netral sejak awal?” ujar Kolonel Michael Bauer, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Austria.

Austria telah memegang status negara ‘netral permanen’ sejak tahun 1955, setelah mengadopsi undang-undang konstitusional yang relevan. Wina mengamankan berakhirnya pendudukan pascaperang oleh Uni Soviet.

Dokumen tersebut menetapkan komitmen untuk tidak bergabung dengan aliansi militer dan larangan untuk menampung pangkalan militer asing di wilayah negara tersebut.

Pemerintahan koalisi Kanselir Christian Stocker yang berhaluan tengah-kanan telah menerima umpan balik positif atas keputusannya untuk menutup wilayah udara bagi pesawat militer AS.

Sven Hergovich, Kepala Partai Sosial Demokrat berhaluan tengah-kiri di negara bagian Austria Hilir, menyerukan kepada kepemimpinan nasional untuk mempertahankan posisi ini.

Ia menekankan bahwa serangan AS terhadap Iran merugikan kepentingan ekonomi Austria, Eropa secara keseluruhan, dan juga perdamaian global.

Sebelumnya pada 30 Maret, dilaporkan bahwa Spanyol telah menutup wilayah udaranya bagi pesawat AS yang terlibat dalam operasi melawan Iran.

Pembatasan tersebut berlaku untuk pesawat tempur dan pesawat pengisian bahan bakar yang terlibat dalam serangan tersebut.

Madrid menolak semua rencana penerbangan yang terkait dengan operasi di Iran.

Akibatnya, pesawat AS tidak lagi dapat menggunakan pangkalan Spanyol di Rota dan Morón de la Frontera untuk pengisian bahan bakar atau sebagai titik transit. Pengecualian hanya diberikan untuk situasi darurat.

Sementara itu, pangkalan-pangkalan tersebut terus beroperasi normal untuk memberikan dukungan logistik bagi kontingen AS di Eropa sesuai dengan perjanjian bilateral yang berlaku. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *