Rusia memperkenalkan drone pencegat Lys-2 berbiaya murah, dilengkapi sensor video dan algoritma panduan
Telegram AIRSPACE REVIEW – Rusia memperkenalkan drone pencegat baru Lys-2 (Fox-2), sebuah sistem nirawak yang dirancang untuk menyerang drone lawan.
Rekaman yang diedarkan pada 24 Maret 2026 tersebut, menunjukkan Lys-2 tengah diluncurkan melalui sistem ketapel. Metode ini memungkinkan sistem untuk beroperasi tanpa memerlukan landasan pacu.
Salah satu fitur utama Lys-2 adalah kemampuannya untuk secara otonom mengakuisisi dan menyerang target selama fase akhir penerbangan.
Kemampuan ini menunjukkan bahwa drone tersebut dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada kendali operator secara terus-menerus termasuk dalam lingkungan peperangan elektronik yang sengit.
Spesifikasi teknis dan performa untuk sistem Lys-2 sendiri belum dikonfirmasi secara resmi.
Namun berdasarkan sumber terbuka, drone ini memiliki jangkauan operasional hingga 15 km, kecepatan terbang antara 120 km hingga 160 km/jam, dan ketinggian terbang maksimum sekitar 4.000 m.
Secara praktis, drone pencegat Lys-2 dirancang untuk menemukan dan menabrak pesawat tak berawak musuh, terutama yang terbang pada ketinggian rendah.
Sistem ini mengandalkan sensor video dan algoritma panduan di dalamnya untuk melacak target dan menyelesaikan pencegatan tanpa memerlukan masukan eksternal terus-menerus.
Lys-2 termasuk dalam kategori drone berbiaya rendah, yang biasanya digunakan bersamaan dengan sistem antidrone lainnya, termasuk senjata pertahanan udara jarak pendek dan peperangan elektronik. (RBS)

