Konstrukta Defence dari Slowakia meluncurkan produksi massal Eva 155 SPH pesanan Malaysia

Eva 155 SPHKonstrukta Defence

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan Konstrukta Defence dilaporkan telah meluncurkan produksi massal sistem artileri medan swagerak (SPH) Eva 155 pesanan Malaysia, informasi ini diungkapkan oleh Future Army.

Disebutkan, saat ini perusahaan asal Slowakia tersebut sedang memproduksi komponen struktur atas untuk gelombang pertama terdiri dari 16 kendaraan, yang dipesan Angkatan Bersenjata Malaysia pada Oktober 2024.

Konstrukta Defence sendiri mulai mengembangkan Eva 155 pada 2015 sebagai versi yang lebih ringan dan lebih mudah dipindahkan dari howitzer swagerak Zuzana 2 yang terkenal.

Kendaraan ini masih dilengkapi dengan meriam 155 mm dengan laras kaliber 52 yang dipasang pada sasis truk militer Tatra 815-7 berpenggerak 8×8 buatan Ceko.

Ditenagai menggunakan mesin diesel T3S-928.90 berdaya 402 ps. Kendaraan dapat mencapai kecepatan maksimum 90 km/jam di jalan raya dan 30 km/jam di medan off-road, dengan jangkauan operasional sekitar 600 km.

Sistem Eva 155 ini memiliki berat total sekitar 22 ton dan diawaki oleh tiga orang. Memungkinkan untuk dipindahkan lewat udara menggunakan pesawat angkut seperti C-130 Hercules atau A400M Atlas.

Sebagai sistem artileri bergerak modern, Eva 155 dilengkapi peralatan elektronik, diagnostik, dan otomatisasi selama pemuatan dan penembakan, menjadikannya sebagai salah satu sistem SPH tercanggih di dunia.

Artileri medan swagerak ini dilengkapi dengan peralatan navigasi inersia dan muzzle velocity radar, serta sistem kontrol tembakan (FCS) terintegrasi yang memungkinkan pengoperasian dengan peta digital.

Selain itu, Eva 155 dilengkapi dengan sistem pembidik yang terdiri dari kamera TV, kamera pencitraan termal, dan pengukur jarak laser.

Sistem Eva 155 mengadopsi sistem pemuatan amunisi otomatis (autoloader). Kru dapat mengoperasikan senjata sepenuhnya dari dalam kabin lapis baja tanpa harus keluar.

Howitzernya dapat menembakkan munisi artileri 155 standar NATO, dengan jarak tembak maksimum mencapai 41 km dengan amunisi ERFB-BB dan lebih dari 50 km dengan amunisi VLAP.

Sistem Eva 155 dapat menembakkan 5 butir peluru pada menit pertama atau 13 butir dalam 3 menit. Hal ini mendukung mode MRSI (Multiple Round Simultaneous Impact), di mana beberapa peluru tiba di target pada waktu bersamaan. (RBS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *