Pakar Ukraina ungkapkan spesifikasi dan performa dari drone antidrone misterius Rusia

Drone Antidrone Yolka RusiaTelegram

AIRSPACE REVIEW – Pasukan Rusia dikabarkan telah mengerahkan dan menggunakan sistem pencegat drone yang dikenal sebagai Yolka di medan perang Ukraina.

Seorang penasihat pertahanan Ukraina, Serhii “Flash” Beskrestnov, telah mempublikasikan detail teknis dari drone antidrone Rusia yang misterius tersebut.

Menurut Beskrestnov, sistem Yolka sanggup berfungsi dalam kondisi angin hingga 8 m/detik. Jangkauan efektifnya sekitar 3 km, dengan kecepatan maksimum 200 km/jam.

Yolka hanya bisa beroperasi di pagi hingga sore hari, tidak dapat digunakan saat malam hari serta dalam kondisi cuaca buruk seperti hujan.

Beskrestnov menambahkan bahwa drone tersebut tidak memiliki hulu ledak dalam konfigurasi dasarnya dan mengandalkan intersepsi kinetik.

Sistem ini dioptimalkan untuk menyerang target udara yang bergerak dengan kecepatan hingga 80 km/jam tanpa memperhatikan sudutnya.

Jika Yolka kehilangan targetnya, maka drone akan naik hingga ketinggian vertikal sekitar 50 m, lalu meluncur turun, dan digunakan kembali.

Diungkapkan, kerangka drone dibangun dari komponen serat karbon, yang dicetak menggunakan 3D printer.

Struktur drone mencakup sayap depan, fairing samping, dan beberapa permukaan aerodinamis yang dirancang untuk stabilitas dan kemampuan manuver.

Sedangkan komponen elektronik onboard mencakup beberapa papan (board) kontrol, khususnya papan pengisian daya, papan giroskop, papan sensor dan unit manajemen daya (PMU), yang didukung oleh kipas pendingin 30×10 mm 5V.

Sistem optik drone terdiri dari lensa yang dapat diganti, termasuk pilihan 4,35 mm dan 12 mm yang dipasang di bagian kepala, perangkat keras pengunci M12 untuk lensa, dan dudukan kamera aluminium.

Sistem penggerak dan kontrolnya mencakup motor Skystars KOKO RS 2275 1950KV, pengontrol kecepatan elektronik Skystars KM60A AM32, dan servo BLUEARROW D0576 HS MG HV.

Drone kompak ini menggunakan empat baling-baling kecil iFlight Nazgul 5R V2 dan ditenagai oleh baterai lithium-polimer Gaoneng GNB2200 6S.

Yolka juga mengintegrasikan modul pemrosesan yang diidentifikasi sebagai “Igolka,” digambarkan sebagai prosesor sinyal dengan modul AI (kecerdasan buatan) dan algoritma pembelajaran mesin.

Sumber-sumber Rusia menggambarkan drone tersebut sebagai wahana yang sangat sederhana dan efektif untuk mencegat drone kamikaze atau intai kecil dalam jarak dekat.

Dalam penggunaannya, yakni dalam peran ofensif, Yolka dapat melindungi infanteri dari serangan drone FPV bersenjata. Sedangkan dalam peran defensif, Yolka digunakan untuk melindungi infrastruktur penting.

Diinformasikan, drone Yolka diproduksi di sebuah fasilitas di Moskow dan telah dikembangkan dalam berbagai konfigurasi berdasarkan pengalaman di medan perang.

Terdapat dua versi utama, satu tanpa hulu ledak yang melakukan intersepsi kinetik, dan yang lainnya dilengkapi dengan hulu ledak fragmentasi seberat 360 gram.

Kehadiran sistem Yolka dianggap sebagai salah satu solusi antidrone tercanggih Rusia yang ada dan telah dikerahkan bersama unit-unit perlindungan prioritas tinggi baik di medan perang Ukraina dan di wilayah Rusia sendiri. (RBS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *