Ukraina membutuhkan lisensi dari AS untuk memproduksi rudal pencegat Patriot di dalam negeri

PAC-3U.S. Army

AIRSPACE REVIEW – Ukraina memiliki teknologi dan spesialis untuk mengembangkan rudal antibalistik, Patriot, tetapi membutuhkan lisensi dari AS untuk melakukannya.

Hal itu dikatakan oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, dikutip Ukrinform pada 10 Maret 2026.

Zelenskyy menyampaikan pernyataan tersebut kepada wartawan, menjawab pertanyaan tentang apa yang dibutuhkan Ukraina untuk menciptakan rudal yang mampu mencegat ancaman balistik Rusia.

Ia menegaskan, masalah ini telah diusulkan kepada pemerintahan AS sebelumnya, pemerintahan AS saat ini, produsen rudal, dan mitra yang terkait dengan kepemimpinan NATO.

“Untuk ini, hanya satu hal yang dibutuhkan, lisensi dari Amerika Serikat,” tandas Zelensky dengan menyebut Ukraina belum memperoleh izin tersebut hingga saat ini.

Ia meyakinkan bahwa industri pertahanan Ukraina, bersama dengan para insinyur dan teknologi yang ada, dapat mendukung produksi rudal skala besar dan cepat.

Zelensky juga berpendapat bahwa produksi rudal ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan Ukraina, melainkan juga dapat memenuhi kebutuhan Eropa.

Sementara itu, Jerman segera memulai produksi rudal pencegat Patriot di dalam negeri, dengan amunisi buatan dalam negeri.

Diperkirakan rudal tersebut akan siap pada akhir 2026 atau awal 2027, kata Mayor Jenderal Christian Freuding, Kepala Staf Perencanaan dan Komando di Kementerian Pertahanan Jerman yang juga Kepala Gugus Tugas Khusus Ukraina

Freuding mengatakan Berlin telah mulai membangun jalur produksi sendiri untuk rudal Patriot di Jerman. Hal ini untuk memperluas produksi Eropa seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap rudal ini.

Ia juga mengatakan, sejumlah rudal yang diproduksi ini akan dialokasikan untuk mendukung pertahanan udara Ukraina setelah produksinya meningkat. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *