Rusia menyatakan mendukung Iran dan menolak netralitas dalam Perang di Timur Tengah

RS-24 YarsRussian MoD

AIRSPACE REVIEW – Rusia secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Iran di tengah meningkatnya konfrontasi yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Moskow menegaskan tidak bersikap sebagai aktor netral dalam krisis Timur Tengah yang sedang berlangsung ini.

Duta Besar Rusia untuk Inggris, Andrei Kelin, dalam wawancara dengan Sky News pada 7 Maret, mengatakan bahwa Moskow berpihak kepada Teheran dan mengkritik pemerintah Barat atas interpretasi yang tidak adil terhadap konflik tersebut.

“Kami sangat pesimis tentang apa yang terjadi. Negara-negara Barat sekarang mengikuti logika bahwa Iran bersalah atas segalanya,” ujarnya.

Pernyataan duta besar tersebut merupakan salah satu pengakuan publik paling jelas dari Rusia bahwa Moskow secara politik bersekutu dengan Teheran.

Kelin juga mengatakan prioritas utama adalah penghentian permusuhan segera dan kembali ke negosiasi diplomatik, dengan alasan bahwa konflik harus diselesaikan melalui dialog politik daripada eskalasi militer.

Rusia dan Iran telah memperkuat kemitraan strategis dalam beberapa tahun terakhir. Sejak dimulainya serbuan skala penuh Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, Teheran telah memasok Moskow dengan peralatan militer, termasuk drone serang tipe Shahed.

Pada 28 Februari, Israel melakukan serangan terhadap Iran yang kemudian digenapkan dengan Operation Epic Fury oleh militer AS.

Ini adalah serangan militer besar-besaran yang dilakukan AS dalam tiga puluh tahun terakhir. Akibat srangan ini Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur dan menimbulkan serangan balasan Iran yang masif ke Israel dan terhadap pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *