Di balik kemegahannya, kapal induk USS Gerald R. Ford menghadapi masalah limbah kotor: Toilet mampet, pipa sempit
Via X AIRSPACE REVIEW – Kapal induk Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford (CVN-78) dilaporkan menghadapi masalah serius akibat kegagalan sistem pembuangan limbah yang terus-menerus karena pipa yang sempit dan sering tersumbat.
Masalah teknis pada sistem toilet ini mencuat di tengah pergerakan kapal menuju Asia Barat, memicu spekulasi mengenai kesiapan tempur AS dalam menghadapi ketegangan dengan Iran.
USS Gerald R. Ford memiliki 600 toilet yang dibagi menjadi 10 zona independen untuk melayani lebih 4.500 pelaut yang mengawakinya.
Dan, saat ini, hampir semua toilet tersebut dalam kondisi tidak berfungsi, menyebabkan masalah yang bisa menyerang kesehatan seluruh awak di dalamnya. Dilaporkan bahwa para awak kapal kesulitan untuk menemukan toilet yang masih berfungsi.
Lebih miris lagi, di balik kemegahannya yang tampak dari luar, problem toilet mampet ini rupanya telah muncul sejak bulan Januari lalu ketika kapal induk megah seharga 13 miliar USD (setara Rp204 triliun) ini ditugaskan ke Karibia.
USS Gerald Ford diresmikan pada tahun 2017. Kapal ini menggunakan sistem pembuangan limbah berbasis vakum yang diadaptasi dari kapal pesiar untuk menghemat air.
Namun, masalah muncul di mana pipa sempit sistem tersebut terbukti tidak memadai untuk kru yang berjumlah 4.600 pelaut, laki-laki dan perempuan.
Saat penugasannya di Karibia, USS Gerald R. Ford dilaporkan telah mengalami 205 kerusakan dalam empat hari. Tim teknik yang bekerja untuk menyelesaikan masalah tersebut mengeluhkan jam kerja yang sangat panjang.
Sebuah laporan mengatakan, kegagalan tersebut melibatkan sistem Pengumpulan, Penampungan, dan Pemindahan Vakum (VCHT) kapal, yang memengaruhi toilet di atas kapal.
Laporan itu mengisyaratkan bahwa masalah tersebut muncul karena desain, termasuk pipa yang terlalu kecil dan tekanan penggunaan yang berat.
Ironisnya, penyumbatan terutama terjadi karena bahan yang tidak tepat seperti kaos dan kepala pel. Hal yang seharusnya tidak terjadi ketika semua kru berdisiplin dengan tidak membuang benda-benda yang dapat menyumbat pipa.
Sekarang, ketika kapal perang tersebut sedang disiagakan untuk misi tempur di Timur Tengah, para pelaut telah melaporkan kondisi yang tidak higienis.
Wall Street Journal melaporkan bahwa awak kapal telah mengonfirmasi kerusakan berulang, yang membuat kehidupan sehari-hari di atas kapal semakin sulit.
Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran dan ancaman konstan Trump, memperbaiki masalah mampetnya sistem pembuangan limbah manusia di USS Gerald R. Ford menjadi semakin penting.
Sebab, dengan kondisi yang buruk tersebut, ketika awak kapal tidak menemukan sarana untuk membuang kotoran perutnya, kru kapal tentu tidak bisa bekerja secara normal, termasuk menjalankan misi tempur.
Akibat kondisi yang tidak baik tersebut, muncul dugaan bila rencana serangan terhadap Iran yang sudah tersebar luas ini, kemungkinan akan ditunda. (RNS)
