Zelensky mengakui, Rusia telah menghancurkan jalur produksi rudal jelajah jarak jauh Flamingo Ukraina
AIRSPACE REVIEW – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Konferensi Keamanan Munich pada 14 Februari 2026 mengakui Rusia telah menghancurkan jalur produksi rudal jelajah jarak jauh Flamingo yang dikembangkan di dalam negeri.
Serangan itu, kata Zelensky, menargetkan fasilitas manufaktur utama dan untuk sementara mengganggu produksi rudal Flamingo pada saat Ukraina hanya memiliki persediaan senjata yang terbatas.
Rudal jelajah FP-5 Flamingo dikembangkan oleh perusahaan Ukraina Fire Point, yang baru didirikan pada musim panas 2022 oleh sekelompok spesialis dari latar belakang konstruksi, desain game, tanpa pengalaman industri pertahanan sebelumnya.
Proyek ini merupakan bagian dari upaya Ukraina untuk membangun kemampuan serangan jarak jauh dalam negeri selama perang dengan Rusia yang sedang berlangsung.
Pada Agustus 2025, Zelenskyy mengatakan produksi massal rudal tersebut diperkirakan akan dimulai antara akhir Desember dan Januari–Februari 2026.
Pada saat itu, ia menggambarkan Flamingo sebagai sistem rudal Ukraina yang paling mumpuni. Rudal tersebut dapat terbang sejauh 3.000 km.
Rudal Flamingo telah membuktikan keampuhannya saat digunakan pasukan Ukraina untuk menyerang target berupa gudang rudal, amunisi, dan bahan peledak Rusia di dekat pemukiman Kotluban di wilayah Volgograd.
Media Ukraina sebelumnya membandingkan Flamingo dengan rudal jelajah Tomahawk buatan AS.
Meski medapat serangan Rusia, Zelenskyy menekankan bahwa peningkatan produksi rudal tetap menjadi salah satu prioritas Ukraina.
“Saat ini yang terpenting adalah meningkatkan kuantitas. Satu jalur produksi besar hancur akibat serangan rudal. Tetapi saya sudah bisa membicarakannya. Jalur produksi tersebut telah dipindahkan dan produksi telah dipulihkan,” tandas Zelensky. (RNS)
