Milkor demonstrasikan kemampuan Vanguard MRAP di WDS 2026, tahan terhadap ledakan setara 10 kg TNT
Via X AIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan asal Afrika Selatan, Milkor, menggelar demonstrasi langsung kendaraan Vanguard MRAP (Mine Resistant Ambush Protected) rancangannya di World Defense Show 2026 di Riyadh Arab Saudi, yang baru saja usai.
Tergolong sebagai produk baru, Vanguard pertama kali diluncurkan secara publik di Africa Aerospace and Defence 2024 yang diselenggarakan di Pretoria.
Kendaraan berpenggerak 4×4 ini dirancang untuk mengangkut pasukan, patroli perbatasan, kendaraan komando, pengawasan perbatasan, dan tugas pengendalian kerusuhan, termasuk juga ambulans lapangan.
Varian kendaraan pengangkut personel lapis baja (APC) dapat menampung 10 orang, termasuk dua awak (pengemudi dan komandan) serta delapan prajurit infanteri di kompartemen belakang.
Vanguard menawarkan tingkat perlindungan terhadap ranjau pada STANAG Level 4A/4B, yang sanggup bertahan dari ledakan ranjau atau bahan peledak improvisasi (IED) setara dengan 10 kg TNT.
Sedangkan tingkat perlindungan balistiknya berada STANAG Level 3, di mana seluruh bodinya tahan terhadap munisi senapan serbu, dan peluru penembus lapis baja 7,62 x 51 mm yang ditembakkan dari jarak 30 m.
Kendaraan dengan bobot tempur sekitar 19 ton ini, ditenagai oleh mesin diesel berdaya 450 hp. Vanguard menawarkan jangkauan operasional hingga 900 km dan kecepatan maksimum 100 km/jam.
Sementara, untuk pilihan persenjataannya meliputi kubah berawak atau stasiun senjata yang dioperasikan dari jarak jauh dengan senapan mesin kaliber 7,62 mm atau 12,7 mm.
Meskipun terlihat bongsor, Vanguard dapat dipindahkan melalui udara menggunakan pesawat angkut sekelas Lockheed Martin C-130J Super Hercules atau Airbus A400M Atlas. (RBS)

