Beredar video Iran telah mengoperasikan helikopter serang Mi-28NE dari Rusia
Via X AIRSPACE REVIEW – Iran dilaporkan telah mengoperasikan helikpter serang Mi-28NE Night Hunter (NATO: Havoc) buatan Rusia. Beberapa hari lalu beredar foto-foto yang menunjukkan heli dengan kamuflase digital ini berada di sebuah hanggar militer Iran.
Cuplikan video memperlihatkan heli Mi-28NE terbang di dekat Bandara Mehrabad di Teheran dan juga di atas ibu kota Iran.
Iran dan Rusia tidak mengungkapkan kontrak maupun pengiriman helikopter serang buatan Russian Helicopters, bagian dari perusahaan negara Rusia, Rostec, ini.
Meski demikian, akuisisi Mi-28NE telah disebutkan secara tidak langsung oleh otoritas Iran pada tahun 2023.
Saat itu Teheran membenarkan negosiasi yang sedang berlangsung dengan Moskow terkait jet tempur Su-35, jet latih Yak-130, dan helikopter serang.
Tidak adanya pengumuman resmi, menandai pola umum dari perjanjian militer yang sensitif.
Mi-28NE adalah versi ekspor dari helikopter serang Rusia yang dirancang untuk misi antitank, dukungan udara jarak dekat, dan pengawal bersenjata.
Heli ini dilengkapi dengan meriam otomatis 30 mm yang terpasang di bagian hidung dan dapat menggunakan berbagai macam persenjataan, termasuk roket berpemandu dan tanpa pemandu, rudal antitank, dan sistem udara ke udara jarak pendek untuk pertahanan diri.
Sensor elektro-optik, navigasi satelit, dan sistem penanggulangan canggih meningkatkan kemampuannya untuk beroperasi baik siang maupun malam, dalam penerbangan di ketinggian rendah.
Heli Mi-28NE menggunakan mesin VK-2500 yang memungkinkan kecepatan mendekati 300 km/jam, jangkauan lebih dari 400 kilometer, dan ketahanan struktural yang tinggi.
Desainnya memprioritaskan kemampuan bertahan dalam pertempuran, dengan kabin berlapis baja, sistem redundan, dan perlindungan terhadap benturan.
Bagi Iran, Mi-28NE mengisi kekosongan helikopter serang modern setelah sekian lama mengandalkan armada AH-1J SeaCobra warisan era 1970-an yang sudah mulai uzur.
Mi-28NE dilengkapi dengan radar N025 Almaz yang terpasang di atas rotor utama, memungkinkannya mendeteksi target tanpa harus mengekspos seluruh badan helikopter dari balik bukit atau pepohonan.
Kabin pilot sepenuhnya dilapisi baja yang mampu menahan tembakan kaliber 12,7 mm hingga 20 mm. Kaca kokpitnya pun tahan peluru.
Mi-28NE dapat membawa rudal antitank 9M120 Ataka (NATO: AT-9 Spiral-2) atau 9M123 Khrizantema (NATO: AT-15 Springer) yang sanggup menembus lapisan baja tank modern paling tebal sekalipun.
Persenjataan lainnya adalah rudal udara ke udara jarak dekat untuk pertahanan diri melawan helikopter atau drone musuh. Rudal yang digunakan merupakan modifikasi dari rudal MANPADS Igla-V. (RNS)

Semoga Iran segera menyerang Israel atau kapal perang Amerika di Teluk. Agar segera tahu, bahwa Iran mempunyai kekuatan yang jangan disepelekan. Buktikan bahwa Israel dan Amerika hanya berani menggertak saja.