L3Harris memodifikasi pesawat AT-802U Sky Warden menjadi platform untuk serangan udara jarak jauh yang mematikan
L3Harris AIRSPACE REVIEW – L3Harris berhasil mengintegrasikan kendaraan peluncur (Air-Launched Effects/ALE) Red Wolf ke pesawat AT-802U Sky Warden. Langkah ini mengubah pesawat serang ringan yang awalnya untuk operasi sederhana menjadi platform serangan jarak jauh yang mematikan dan fleksibel.
Rudal Red Wolf mampu menyerang target lebih dari 200 mil laut (370 km). Desain rudal ini mirip rudal jelajah kecil dengan sayap lipat, dan dipandu dengan GPS serta sensor canggih.
Rudal buatan L3Harris Technologies ini dapat berkeliaran (loitering) di area operasi selama lebih dari satu jam sebelum menyerang.
Rudal ini menyasar target di darat maupun laut serta melakukan serangan terkoordinasi melalui tautan data.
L3Harris menciptakan Red Wolf sebagai bagian dari keluarga sistem yang mereka sebut sebagai “Wolf Pack”.
Sementara pesawat OA-1K Skyraider II adalah pesawat buatan Air Tractor, Inc., yang dirancang untuk beroperasi di landasan pendek/darurat dengan kapasitas senjata hingga 6.000 pon (2,7 ton).
Pesawat ini dapat beralih cepat antara misi serangan presisi, intelijen (ISR), dan peperangan elektronik. Pesawat menawarkan solusi tempur yang jauh lebih murah dibandingkan menggunakan jet tempur canggih.
Dengan rudal jarak jauh, pesawat bisa menyerang tanpa harus masuk ke jangkauan pertahanan udara musuh (stand-off range).
Proyek ini memenuhi kebutuhan militer AS akan senjata yang bisa diproduksi massal dan murah untuk menghadapi ancaman asimetris, seperti drone.
L3Harris mengatakan, lebih dari 40 uji penerbangan telah dilakukan untuk memvalidasi integrasi antara pesawat dan sistem baru tersebut,
Integrasi dengan Sky Warden terjadi pada saat program “Armed Overwatch” berupaya untuk mengonsolidasikan pesawat yang ringan, tangguh, dan hemat biaya untuk pasukan khusus AS.
Seri “Wolf” juga mencakup varian Green Wolf, yang ditujukan untuk peperangan elektronik guna memperkuat strategi menciptakan ekosistem amunisi modular yang mampu menghasilkan efek kinetik dan non-kinetik dari pesawat berawak atau tanpa awak.
Konsep ini sejalan dengan tren terkini yang diamati dalam program militer AS, yang berupaya mencari amunisi yang lebih mudah diakses dan diproduksi secara massal untuk melengkapi persenjataan tradisional, terutama dalam menghadapi proliferasi drone dan ancaman asimetris. (RNS)
