Angkatan Darat Turkiye menerima kendaraan pengintai PARS İZCİ berkonfigurasi CBRN
FNSS AIRSPACE REVIEW – Komando Angkatan Darat Turkiye telah menyelesaikan prosedur inspeksi dan penerimaan sejumlah kendaraan pengintai PARS İZCİ, Kementerian Pertahanan Nasional Turkiye mengumumkan pada 5 Februari 2026.
Kehadiran kendaraan PARS İZCİ berkonfigurasi Kimia, Biologi, Radiologi, dan Nuklir (CBRN) ini merupakan pertama kalinya dimiliki Angkatan Darat Turkiye.
Langkah ini dilakukan seiring dengan meningkatnya perhatian terhadap risiko CBRN dari konflik regional, aktor non-negara, dan lokasi industri, yang menyoroti kebutuhan akan wahana pengintaian terlindungi dan terhubung jaringan.
Patform ini dirancang untuk memungkinkan deteksi, identifikasi, dan pemetaan area yang terkontaminasi sekaligus memastikan mobilitas yang terlindungi bagi tim spesialis yang beroperasi di lingkungan berbahaya.
Varian CBRN didasarkan pada sasis lapis baja beroda taktis PARS SCOUT 8×8, yang menggabungkan mobilitas tinggi dengan perlindungan balistik, ranjau, dan IED yang dirancang sesuai dengan standar NATO STANAG 4569.
Dengan bobot sekitar 30 ton, kendaraan ditenagai mesin diesel berdaya 711 hp dan dapat mencapai kecepatan maksimum 100 km/jam di jalan datar. Jangkauan operasional mencapai 800 km.
Kendaraan khusus ini dikonfigurasi untuk tim pengintai CBRN beranggotakan enam orang yang terdiri dari pengemudi, komandan tim dan kendaraan, serta dua operator CBRN khusus.
Tata letak internalnya diatur untuk membawa peralatan misi, perangkat pengambilan sampel, dan alat analisis di dalam kendaraan sambil tetap menyediakan ruang untuk penanganan sampel kimia dan biologis yang aman di bawah perlindungan kolektif.
Sistem misinya mengandalkan kombinasi sistem deteksi jarak jauh dan titik yang dirancang untuk mengidentifikasi agen perang kimia, bahan industri beracun, dan zat berbahaya lainnya.
Sementara peralatan analitik di dalam kendaraan memungkinkan pemeriksaan sampel padat, cair, dan gas yang dikumpulkan di lapangan, mendukung konfirmasi deteksi awal.
Untuk ancaman biologis, kendaraan ini dilengkapi dengan pengaturan penanganan yang terlindungi yang memungkinkan operator untuk melakukan pengujian lanjutan pada sampel tanpa merusak perlindungan kolektif.
Sedangkan bahaya radiologis dan nuklir dipantau melalui kombinasi sensor eksternal dan internal serta perangkat pemantauan individual, memberikan peringatan dini tentang tingkat radiasi dan mendukung pengambilan keputusan yang tepat mengenai rute dan paparan.
Sistem pengambilan sampel yang dipasang pada kendaraan memungkinkan penilaian material dari tanah dan udara sekitarnya saat bergerak, mengurangi kebutuhan operasi berjalan kaki di daerah berisiko tinggi.
Sebagai senjata bela diri, di atap kendaraan dapat dipasang stasiun senjata kendali jarak jauh (RCWS) dengan mengusung senapan mesin kaliber 7,62 mm atau 12,7 mm, atau peluncur granat otomatis 40 mm. (RBS)
