Prancis dan Yunani membahas tiga fregat kelas Kimon tambahan untuk Yunani, seiring batalnya program Constellation AS
Naval Group AIRSPACE REVIEW – Prancis dan Yunani dikabarkan tengah membahas proposal untuk membangun tiga fregat kelas Kimon (FDI HN) tambahan, dengan transfer teknologi dan partisipasi industri domestik.
Inisiatif ini terjadi ketika Angkatan Laut Yunani menerima fregat kelas Kimon pertamanya pada 18 Desember 2025 dan setelah penghentian kontrak fregat Constellation oleh Amerika Serikat (AS).
Fregat kelas Kimon, yang sebelumnya dikenal sebagai kelas Belharra atau FDI HN ini lebih berat dibandingkan unit FDI milik Angkatan Laut Prancis yang dikembangkan oleh galangan kapal Naval Group.
Untuk spesifikasinya, fregat Kimon memiliki bobot perpindahan mendekati 4.500 ton, panjang 122 m, dan lebar 17,7 m. Kapal menampung 110 awak utama dan sekitar 15 awak pesawat.
Dek belakang kapal dapat menampung satu helikopter medium seperti Sikorsky MH-60R Seahawk dan satu drone intai Schiebel Camcopter S-100.
Sistem sensor utama pada kapal berpusat pada radar AESA panel tetap Sea Fire, dilengkapi dengan sonar lambung KingKlip, sonar array tarik CAPTAS-4, serta modul sensor dan intelijen panoramik PSIM.
Sistem persenjataan pada fregat Kimon meliputi 32 sel Sylver A50 untuk rudal permukaan ke udara Aster 30, peluncur RAM Block 2B 21 sel, delapan rudal antikapal MM40 Block 3C Exocet, dan torpedo ringan MU90 dengan peluncur kembar.
Termasuk juga meriam laut Oto Melara Super Rapid 76 mm, dua stasiun senjata yang dioperasikan dari jarak jauh 20 mm, dan penanggulangan antitorpedo CANTO dengan peluncur umpan SYLENA Mk1.
Sebagai tenaga penggeraknya, fregat Kimon dibekali sistem propulsi CODAD dengan daya sekitar 32.000 kW (43.000 shp).
Kecepatan maksimum kapal mencapai 27 knot, jangkauan operasi mencapai 5.000 mil laut pada kecepatan jelajah 15 knot, dan daya tahan di laut hingga 45 hari. (RBS)
