Rusia sedang mengembangkan drone tempur stratosfer yang dinamai Predator

Rusia kembangkan drone tempur StratosferTASS

AIRSPACE REVIEW – Rusia sedang mengembangkan drone tempur stratosfer yang diberi nama Predator. Drone ini dapat terbang hingga ketinggian 15 km (49.200 kaki) dan menjangkau jarak hingga 12.000 km.

Vladimir Tabunov, CEO Geron, perusahaan yang mengembangkan drone tersebut mengatakan, drone Predator berbasis di darat dan dapat menggantikan sebagian gunsi sistem satelit.

“‘Predator’ adalah UAV canggih untuk misi jangka panjang di ketinggian tinggi, yang mampu menggantikan sebagian fungsi sistem satelit dan berbasis darat. Platform ini dirancang untuk penggunaan komersial, ilmiah, dan pertahanan,” ujarnya kepada TASS baru-baru ini.

Ditambahkan bahwa Predator dapat terbang dengan kecepatan maksimum hingga 550 km/jam. Drone ini dapat membawa muatan seberat 500 kg.

UAV ini juga memiliki kemampuan lepas landas dan pendaratan vertikal, serta mode melayang (hovering).

Desain drone Predator menggunakan teknologi sayap tunggal (monowing), yang meningkatkan kecepatan terbang, kapasitas muatan, dan kemampuan siluman pesawat.

Predator mengintegrasikan kecerdasan buatan dan mode pemindaian 3D.

Nantinya, drone ini akan mampu menyelesaikan tugas-tugas eksplorasi ruang angkasa dekat. Pengembangan Predator menggabungkan solusi yang dapat secara signifikan mendorong kemajuan ilmiah dan teknis, termasuk eksplorasi ruang angkasa dekat.

Terkait denga istilah drone statosfer, drone ini sering disebut juga HAPS (High-Altitude Pseudo-Satellite) karena beroperasi di ketinggian 15-20 km (50.000 – 65.000 kaki).

Di ketinggian tersebut, fungsi utama yang dibutuhkan adalah ISR (Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance) di mana drone mampu melihat area yang sangat luas dalam waktu yang lama.

Drine di kelas ini juga dapat digunakan sebagai menara komunikasi bergerak yang luas, menggantikan satelit sementara.

Fungsi-fungsi ini inilah yang kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan militer maupun sipil.

Analis menilai, fungsi tempur sebagaimana disebutkan dalam judul, kemungkinan lebih mengarah pada fungsi untuk Target Acquisition, yaitu mengidentifikasi target secara akurat untuk serangan oleh sistem senjata lain.

Drone juga digunakan untuk menyediakan data sedara waktu nyata kepada pasukan di darat. Pengertian tempur tidak selalu dimaknai sebagai drone yang dipersenjatai. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *