Semakin kreatif, Rusia melengkapi Geran-2 dengan lampu sorot LED inframerah untuk membutakan pilot Ukraina
Telegram AIRSPACE REVIEW – Untuk pertama kalinya, sebuah drone kamikaze Shahed-136/Geran-2 Rusia terlihat di Ukraina dengan lampu sorot inframerah (IR) yang dapat “membutakan” perangkat penglihatan malam pilot pemburu drone Ukraina.
Foto modifikasi drone kamikaze ini dipublikasikan oleh pakar teknologi radio Serhiy Flash melalui akun Telegram-nya. Ia memperlihatkan perangkat lampu LED IR tersebut dipasang di sirip vertikal di ujung sayap drone.
Secara teori, LED dapat membutakan sementara perangkat penglihatan malam yang digunakan oleh pilot Ukraina, sehingga akan kehilangan jejak drone yang diburunya.
Namun, perangkat penglihatan malam militer modern generasi baru, telah dilengkapi dengan perlindungan bawaan terhadap kebutaan semacam itu.
Oleh karena itu, efektivitas tindakan penanggulangan menggunakan LED IR tersebut tergantung dari model perangkat penglihatan malam yang digunakan pasukan Ukraina.
Selain itu, kamera pencitraan termal pada drone pencegat (drone pemburu drone), tidak peka terhadap kebutaan semacam itu, karena beroperasi pada rentang spektral lain.
Langkah-langkah Rusia ini, lebih ditujukan kepada pilot helikopter Ukraina seperti Mi-24 yang digunakan untuk mencegat drone kamikaze dan drone pengintai Rusia.
Untuk meningkatkan efektivitas serangan mereka terhadap Ukraina, Rusia terus bereksperimen dengan meningkatkan kemampuan drone serang mereka.
Sebagai contoh, hanya pada bulan Desember 2025 saja, empat modifikasi baru ditemukan, yakni hulu ledak tandem dengan berat sekitar 100 kg, unit optik baru, lalu antena komunikasi baru dan pemasangan rudal udara ke udara R-60.
Lalu pada awal tahun 2026, terungkap pula, pasukan Rusia telah memasang MANPADS Igla-S pada drone Geran-2, untuk menembak jatuh pesawat atau helikopter pemburu drone Ukraina. (RBS)

Rusia memang mantap ….