Angkatan Darat AS menguji versi baru kendaraan tempur Stryker, dibekali kanon otomatis 30 mm
US Army AIRSPACE REVIEW – Prajurit Angkatan Darat AS (US Army) dari Tim Tempur Brigade Stryker 1-2 telah melaksanakan latihan penembakan menggunakan kendaraan tempur Stryker versi baru yang dilengkapi dengan turret yang mengusung kanon otomatis 30 mm.
Latihan selama seminggu siang dan malam pada akhir Desember 2025 tersebut dilakukan dari Pusat Pelatihan Yakima di Washington.
Kegiatan ini mengintegrasikan konektivitas Jaringan Operasional dan Sistem Pelatihan Jangkauan Digital untuk merekam pertempuran dan menilai kinerja awak selama skenario ofensif dan defensif.
Menurut Angkatan Darat, sistem kanon 30 mm ini menghadirkan tuntutan tambahan dibandingkan dengan persenjataan Stryker sebelumnya yang hanya dibekali senapan mesin berat M2 12,7 mm atau peluncur granat otomatis Mk19 40 mm.
Pada latihan ini, para awak diharuskan untuk mengintegrasikan sensor, optik canggih, dan perangkat lunak pengendalian tembakan sambil mempertahankan kesadaran situasional di dalam kendaraan.
Selama latihan penembakan tersebut, komandan kendaraan dan penembak mengandalkan tampilan digital dan umpan balik waktu nyata untuk melacak efek target, menyesuaikan tembakan, dan memperhitungkan medan dan pergerakan.
Konektivitas Jaringan Operasional memungkinkan data berpindah antar kendaraan dan infrastruktur lapangan tembak, memberikan kru akses langsung ke informasi kinerja tanpa mengganggu pelaksanaan.
Mengenai Stryker adalah keluarga kendaraan lapis baja yang berasal dari LAV-III Kanada. Kendaraan dibangun berbasis pada Mowag Piranha Swiss (kini General Dynamics European Land Systems/GDELS).
Kendaraan diproduksi untuk Angkatan Darat AS (US Army) dilaksanakan oleh General Dynamics Land Systems-Canada/GDLSC.
Dalam konfigurasi pengangkut infanteri (varian M1126), kendaraan ini dioperasikan oleh dua awak dan dapat mengangkut hingga sembilan pasukan bersenjata lengkap.
Kendaraan berbobot 16 ton ini ditenagai menggunakan mesin diesel Caterpillar C7 berdaya 350 hp, memungkinkan kecepatan di jalan raya hingga sekitar 97 km/jam dan jangkauan operasional sekitar 500 km. (RBS)
