Embraer memulai produksi C-390 Millennium pertama untuk Angkatan Udara Belanda

Rendering C-390 untuk Angkatan Udara BelandaEmbraer

AIRSPACE REVIEW – Embraer minggu ini memulai produksi pesawat angkut militer multiperan C-390 Millennium pertama untuk Angkatan Udara Kerajaan Belanda (RNLAF) di fasilitas modernnya di Gavião Peixoto (SP).

Tonggak bersejarah ini memperkuat peran utama produsen pesawat Brasil ini di pasar pertahanan global dan mengukuhkan C-390 sebagai salah satu platform transportasi taktis tercanggih dan serbaguna di dunia.

Perwakilan dari Komando Materiel dan TI Belanda hadir dalam upacara peresmian produksi, dan secara simbolis menandatangani bagian badan pesawat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kontrak yang telah disepakati oleh Pemerintah Belanda dan Embraer.

Kontrak yang telah ditandatangani mengatur pengiriman lima pesawat C-390 Millennium untuk menggantikan C-130H Hercules yang menua, dalam program Eropa “Penggantian Kemampuan Angkutan Udara Taktis”.

Proyek ini merupakan hasil inisiatif bersama Austria dan Swedia, yang kini telah memesan 13 C-390 dan tujuh opsi tambahan untuk negara-negara mitra NATO.

Belanda adalah negara anggota pertama aliansi yang memilih C-390 Millennium, setelah evaluasi terperinci yang mengidentifikasi pesawat Embraer sebagai opsi terbaik dalam hal ketersediaan operasional, efektivitas biaya, dan kapabilitas misi.

C-390 Millennium dikenal karena fleksibilitasnya dalam misi transportasi taktis dan logistik, penerjunan kargo dan pasukan terjun payung, evakuasi aeromedis, pengisian bahan bakar di udara, dan dukungan operasi kemanusiaan.

Belanda juga telah memesan modul aeromedis “roll-on/roll-off”, yang memungkinkan pesawat kargo tersebut dengan cepat diubah menjadi unit perawatan medis canggih, sehingga memperluas kemampuan tanggap daruratnya.

Embraer berencana untuk meningkatkan produksi C-390 secara bertahap hingga 12 unit per tahun pada akhir dekade ini.

Hal itu didorong oleh meningkatnya permintaan internasional. Selain pesanan dari Angkatan Udara Brasil, Portugal, Hongaria, Austria, dan Republik Ceko, Korea Selatan juga telah memilih pesawat ini.

Dengan dimulainya produksi unit C-390 pertama Belanda, program C-390 mengukuhkan dirinya sebagai salah satu keberhasilan ekspor terbesar industri kedirgantaraan Brasil. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *