AS mulai menguji terbang “Pesawat Kiamat” E-4C SAOC baru, dikembangkan dari pesawat Boeing 747-8I
SNC AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara AS (USAF) mulai menguji terbang “Pesawat Kiamat” E-4C SAOC baru. Pesawat ini dikembangkan dari platform Boeing 747-8I yang dimodifikasi oleh Sierra Nevada Corporation (SNC).
Penerbangan uji dilaksanakan pertama kalinya pada 7 Agustus 2025 lalu, menandai dimulainya kampanye uji coba darat dan terbang intensif yang akan berlanjut hingga 2026.
Program E-4C SAOC dikerjakan untuk menggantikan peran pesawat E-4B Nightwatch, turunan dari Boeing 747-200 dan telah dioperasikan sejak tahun 1970-an.
Pesawat tersebut memainkan peran penting sebagai pusat komando udara bagi Presiden Amerika Serikat, Menteri Pertahanan, dan personel militer senior dalam skenario perang nuklir atau bencana yang membuat pusat komando dan kendali berbasis darat tidak dapat beroperasi.
Pesawat E-4C yang baru mengintegrasikan sistem NC3 (Komando, Kendali, dan Komunikasi Nuklir), yang penting untuk memastikan kelangsungan komando militer Amerika dalam situasi ekstrem.
Pada April 2024, Pentagon memberikan kontrak senilai 13 miliar USD kepada SNC untuk pengembangan, produksi, dan dukungan awal pesawat ini. Sebanyak lima unit Boeing 747-8I akan dimodifikasi dan dikirimkan kepada USAF hingga tahun 2036.
Pesawat 747-8I tersebut diperoleh dari Korean Air, yang empat unit di antaranya sudah berada di Dayton, Ohio untuk dimodifikasi.
Sistem komunikasi yang aman, perlindungan pulsa elektromagnetik, pengisian bahan bakar dalam penerbangan, dan redundansi listrik untuk mempertahankan operasi jangka panjang akan diintegrasikan pada pesawat tersebut.
Pemilihan 747-8I sebagai platform menawarkan jangkauan, daya tahan, dan ruang interior yang lebih luas dibandingkan 747-200 yang lebih tua.
Pesawat ini memungkinkan pemasangan antena jarak jauh, konsol kontrol, dan sistem daya canggih.
SNC juga memperluas fasilitasnya di Ohio dengan hanggar baru untuk mempercepat proses konversi dan memenuhi jadwal kontrak.
Dikenal sebagai “Pesawat Kiamat” oleh media internasional, E-4C SAOC memperkuat kemampuan AS untuk mempertahankan komando strategis jika terjadi perang nuklir, memastikan perintah militer dapat disampaikan bahkan setelah serangan dahsyat.
Para ahli menekankan bahwa masuknya pesawat ini ke dalam layanan USAF dalam dekade mendatang akan menjadi tonggak penting dalam modernisasi persenjataan strategis AS dan penguatan doktrin pencegahan nuklir. (RNS)
