Indonesia mengincar drone intai serang dari Turki?

Bayraktar-TB2-Istimewa

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Berita mengenai keinginan Indonesia untuk mengakuisisi drone dari Turki ini diwartakan oleh situs oryxspioenkop (29/1/2022), yang mengutip sebuah wawancara SavunmaTR Turki dengan Duta Besar Indonesia untuk Turki Dr. Lalu Muhammad Iqbal.

Dalam wawancara tersebut diungkapkan bahwa Indonesia sedang mendiskusikan kemungkinan memperoleh drone dari Turki.

Indonesia berharap, Turki tidak hanya memasok dronenya saja, tetapi juga berpartisipasi dalam transfer teknologi dalam program drone yang berbeda di masa depan.

Namun demikian, tidak disebutkan drone apa yang akan dibeli oleh Indonesia itu nantinya.

Di antara beberapa kandidat yang dapat saja menjadi pilihan adalah drone MALE (medium-altitude long-endurance) TB2/TB3 dari Bayraktar dan Anka buatan Industri Dirgantara Turki (TA).

Di atasnya, tersedia drone kelas yang lebih berat yakni drone Akinci dari Bayraktar dan Aksungur buatan TA, keduanya dibekali mesin turboprop ganda.

Yang pasti, seperti disebutkan diatas, pembelian ini juga mencakup transfer teknologi (ToT).

Seperti diketahui saat ini PT Dirgantara Indonesia (PTDI) bersama BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) tengah mengembangkan drone MALE Elang Hitam yang dikabarkan akan terbang perdana pada Februari 2022 ini. 

Berkisah mengenai drone intai serang, di kawasan Asia Tenggara baru Militer Myanmar dan Indonesia yang memilikinya.

Angkatan Udara Myanmar mengoperasikan drone Rainbow CH-3A dan TNI AU memiliki Rainbow CH-4B, keduanya buatan China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC).

Sementara Militer Thailand dan Vietnam tengah mengembangkannya secara mandiri.

Sementara Filipina telah mengakuisisi drone intai murni dari Israel dan Malaysia tengah mengincar drone dari Turki.

-RBS-

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

  1. ND Pol berkata:

    Sehrsnya drone intai-serang sdh merupakan kebutuhan utama alutsista, trutama utk menangkal teroris dan KKB, dan yg sangat penting, mengurangi korban jiwa pasukan2, trutama di wilayah2/daerah2 yg medannya sulit. Begitu juga dgn kepemilikan satelit militer yg modern.

  2. joni berkata:

    Thailand beli lisensi drone china (joint venture dan transfer tehnologi), wujudnya mirip CH-4, kenapa bisa? karena thailand adalah china ally sejak musuh bebuyutan Thailand yaitu Vietnam jadi amerika ally

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *