Kemhan Rusia pesan 10 S-500 Prometey, tahun depan mulai dikirim

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Kementerian Pertahanan Rusia telah menandatangani kontrak dengan Almaz-Antey untuk pengiriman kelompok pertama sistem pertahanan udara S-500 Prometey.

Pengiriman serial produksi S-500 tersebut akan dilaksanakan mulai pertengahan tahun 2022.

“Kementerian Pertahanan Rusia menandatangani kontrak dengan VKO Almaz-Antey untuk pengiriman lebih dari 10 sistem Prometey ke pasukan Aerospace. Pengiriman serial akan dimulai pada paruh pertama tahun 2022,” ujar sumber seperti diberitakan TASS pada 29 Juli 2021.

Saat ini, tambahnya, Rusia masih menuntaskan uji coba negara S-500 dan dijadwalkan akan tuntas pada akhir tahun ini.

Rusia mengembangkan S-500 untuk operasi militer dalam 25 tahun ke depan. Sistem rudal terbaru bisa mencapai target lebih dari 400 km.

Nantinya sistem pertahanan udara ini akan diintegrasikan dengan radar Voronezh yang bekerja dalam panjang gelombang rentang meter.

Radar jarak jauh merupakan tulang punggung sistem peringatan dini untuk mendeteksi rudal balistik antarbenua (ICBM) dan melacak sebagian besar lintasan penerbangannya.

Radar mengirimkan data ke sistem pertahanan rudal. Lalu rudal ditembakkan saat ICBM berada pada jarak yang tepat untuk dicegat.

Radar peringatan dini keluarga Voronezh memiliki tiga opsi, yaitu Voronezh-M (pita meter), Voronezh-DM (pita desimeter), dan Voronezh-SM (pita sentimeter). Ketiga radar tersebut beropasi dalam sistem tunggal.

Radar pita meter memiliki jangkauan terpanjang. Sedangkan radar pita desimeter dan sentimeter menentukan parameter target dan lebih akurat.

Rusia saat ini mengoperasikan tujuh radar Voronezh, yaitu di wilayah Leningrad, Kaliningrad, Irkutsk, Orenburg, Krasnodar, Krasnoyarsk, dan Altai.

S-500 Prometey atau dikenal juga sebagai 55R6M Triumfator-M, merupakan sistem pertahanan udara berbasis rudal permukaan ke udara untuk menghancurkan segala sasaran strategis di udara seperti pesawat, rudal balistik antarbenua, dan rudal jelajah hipersonik.

Sistem ini akan melengkapi S-400 Triumf yang telah dimiliki oleh Rusia dan telah diekspor ke China dan Turki serta ke India dalam proses.

RNS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *