Terpesan 58 unit di MAKS-2021, Sukhoi Superjet masih jago kandang

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pengembangan pesawat Sukhoi Superjet (SSJ100) oleh Sukhoi Civil Aircrat (kini menjadi Irkut Corporation, bagian dari United Aircraft Corporation), dimulai pada tahun 2000.

Pesawat jet komersial bermesin ganda dengan kapasitas penumpang 87-98 orang ini terbang perdana pada 19 Mei 2009.

Penerbangan komersialnya dimulai pada 21 April 2011 oleh maskapai Armavia.

Rusia berharap, Sukhoi Superjet menjadi salah satu bintang di layanan pesawat jet komersial.

Di pameran kedirgantaraan internasional MAKS-2021 di Zhukovsky, luar kota Moskow pada 20-25 Juli 2021, Sukhoi Superjet mendapatkan pesanan baru sebanyak 58 unit.

Pesanan terbanyak datang dari Red Wings, yaitu 25 unit. Sebelumnya, maskapai yang berbasis di Bandara Domodedevo, Moskow ini telah menyewa tujuh Sukhoi Superjet sejak September 2020.

Red Wings Sukhoi SuperjetDmitry Ryazanov/Wikipedia

Direktur Pelaksana Red Wings Evgeny Klyucharev mengatakan, sejak pengoperasian SSJ100, maskapainya menunjukkan performa bahwa pesawat ini cocok digunakan untuk transportasi regional di kawasan Rusia.

“Saat ini Superjet kami terbang dari tiga bandara ke sekitar 40 rute dan kami memiliki rencana serius untuk itu. Pada 2021-2022 kami akan membuka lusinan tujuan baru dan dua atau tiga pangkalan baru di bandara regional,” kata Klyucharev mengatakan alasan pihaknya memesan banyak SSJ100.

Selain Red Wings, masih ada Rossiya Airlines. Ini adalah maskapai anak perusahaan dari Aeroflot, flag carrier Rusia.

Rossya Airlines memesan tambahan 15 Superjet untuk memperkuat 34 unit Superjet yang telah dimiliki.

Sukhoi SuperjetKirill Kalynnikov/Sputnik

Perlu diketahui, dalam beberapa bulan terakhir Aeroflot secara progresif telah mentransfer SSJ100 ke anak perusahaannya. Sebanyak 54 unit pesawat diambil alih oleh Rossiya.

Maskapai berikutnya yang memesan SSJ100 adalah Aurora, maskapai yang belum lama ini telah keluar dari Aeroflot Group.

Aurora memesan delapan Superjet melalui perusahaan milik negara GTLK.

SSJ100 akan digunakan oleh Aurora untuk menerbangi jaringan rute di timur jauh Rusia. Maskapai ini berencana mengoperasikan 45 pesawat pada 2025.

Maskapai keempat yang memesan SSJ100 di MAKS-2021 adalah Azimuth.

Maskapai yang beroperasi di wilayah selatan Rusia dan berbasis di Bandara Platov (Rostov-on-Don) dan Pashkovsky (Krasnondar) ini memesan 10 SSJ200.

Sukhoi Superjet_AzimuthAnna Zvereva/Wikipedia

Sebelumnya, Azimut telah mengoperasikan 15 Sukhoi Superjet.

Direktur Jenderal UAC Yuri Slyusar mengatakan, UAC senang pesawatnya dapat

berkontribusi meningkatkan mobilitas warga Rusia.

“Kami menghargai dukungan pemerintah untuk pengembangan program SSJ 100,” ujarnya lebih lanjut.

Ya, sejauh ini Sukhoi Superjet telah mendapatkan tempat yang baik di maskapai dalam negeri Rusia.

Namun untuk negara di luar Rusia, belum ada yang meminangnya.

Dapat dikatakan SSJ100 saat ini masih jago kandang.

RNS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *