BAS-200, UAV pertama yang unjuk kemampuan terbang di MAKS-2021

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Salah satu wahana tak berawak (UAV) atau drone yang ikut tampil dalam pertunjukan udara (flying display) di pameran udara MAKS-2021, adalah BAS-200 buatan Russian Helicopters, bagian dari Rostec.

BAS-200 merupakan drone jenis helikopter yang dapat digunakan untuk beragam misi.

Perusahaan mengatakan, berat lepas landas maksimum (MTOW) drone ini mencapai 200 kg.

Drone dapat membawa beban komersial hingga 50 kg.

BAS-200 mampu terbang dengan kecepatan hingga 160 km/jam. Lama terbang mencapai 4 jam dan ketinggian maksimum mencapai 3.900 m (12.795 kaki).

Di MAKS-2021, Russian Helicopters juga menunjukkan stasiun kontrol darat yang memungkinkan operator dapat mengontrol drone dari jarak hingga 100 km.

BAS-200 memiliki panjang 3,9 meter dan tinggi 1,2 meter.

UAV ini dapat melakukan tugas pemantauan, operasi pencarian dan penyelamatan, pekerjaan pertanian, hingga pengiriman kargo.

Russian Helicopters telah menandatangani perjanjian dengan Russian Post untuk penggunaan drone guna pengiriman kargo di Distrik Otonomi Chukotka.

BAC-200 droneTwitter

Penandatanganan dilaksanakan di International Aviation and Space Show MAKS-2021 oleh Direktur Jenderal Russian Helicopters Andrey Boginsky dan Direktur Jenderal Russian Post Maxim Akimov.

Uji terbang pertama di sepanjang rute Anadyr-Ugolnye Kopi di Chukotka pada akhir 2021.

Setelah penerbangan eksperimental dilaksanakan, kedua pihak berencana menggunakan drone BAS-200 dan VRT300 untuk melayani 20 rute penerbangan dan mengirimkan kargo surat hingga 245 ton per tahun.

RNS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *