Belanda jual 12 F-16AM/BM ke perusahaan swasta Draken Internasional

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pemerintah Belanda telah menandatangani kontrak penjualan 12 unit jet F-16AM/BM Fighting Falcon milik Royal Dutch Air Force (RNLAF) ke perusahaan swasta Amerika Serikat, Draken International.

Penjualan jet tempur militer ke perusahaan swasta merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya perusahaan AS yang lain yaitu Top Aces membeli 29 F-16A/B yang telah dipensiunkan oleh Angkatan Udara Israel.

Baik Draken International maupun Top Aces, keduanya adalah perusahaan swasta yang menyediakan jasa pelatihan tempur udara bagi angkatan udara sejumlah negara, khususnya AS.

Belanda sendiri berencana akan memensiunkan seluruh armada F-16A/B pada 2024 dan menggantinya dengan armada F-35.

Penjualan 12 F-16 ke Dranken International disertai dengan opsi penjualan berikutnya sebanyak 28 F-16 sehingga total menjadi 40 unit.

RNLAF saat ini memiliki kurang lebih 48 F-16A/B di inventorinya.

Penjualan F-16 oleh Belanda merupakan program Negeri Kincir Angin yaitu F-16 End Life of Type (ELOT). Sejumlah F-16 yang lain telah dijual Belanda kepada Belgia.

Selain F-16, Belanda juga berencana menjual sejumlah peralatan lainnya.

Menteri Luar Negeri Belanda untuk Pertahanan Barbara Visser, seperti diberitakan kantor kementeriannya, telah menyampaikan hal itu kepada Parlemen Belanda pada 29 Juni 2021.

F-16 BelandaRNLAF

Sementara mengenai Draken International, perusahaan ini sebelumnya sudah memiliki dua tipe jet tempur supersonik, yaitu 12 Atlas Cheetah dari Angkatan Udara Afrika Selatan dan 22 Mirage F1M dari Angkatan Udara Spanyol.

Armada Draken International lainnya adalah A-4 Skyhawk, L-159 Honey Badger, L-39, MB339, dan MiG-21 (tidak reguler).

RSN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *