Drone Tempur Iran Kaman-22, Jiplakan MQ-9 Reaper?

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Iran negara yang tertutup dalam hal pengembangan teknologinya, kembali memperlihatkan drone tempur terbaru Kaman-22. Daya juang Iran untuk menghasilkan sistem-sistem persenjataan dalam negeri tergenjot karena negara ini telah mendapat tekanan bertahun-tahun dari Amerika Serikat.

Iran baru saja lepas dari penerapan sanksi militer melalui pencabutan embargo oleh PBB pada Oktober tahun lalu.

Dan sekarang, Iran telah meluncurkan drone serang baru dengan daya jelajah hingga 3.000 km dan mampu membawa muatan hingga 300 kg.

Drone Kaman-22 atau “Bow-22” (bermakna Panah-22 dalam bahasa Persia) disebut mampu terbang selama 24 jam.

Kantor berita Iran, IRNA, menyebut drone ini mampu melakukan misi pengintaian, peperangan elektronik, serangan, dan dapat dikonfigurasi ulang berdasarkan persyaratan misi.

Dari foto-foto yang ditampilkan, terlihat bahwa pesawat tak berawak ini dapat membawa amunisi berpemandu seperti rudal udara ke udara dan rudal udara ke darat. Demikian dengan bom berpemandu buatan dalam negeri, yaitu Sadid dan Balaban.

Menyerupai MQ-9 Reaper

Drone Kaman-22 memiliki bentuk hidung membesar menyerupai MQ-1 Predator maupun MQ-9 Reaper. Dan melihat bentuk secara keseluruhan, Kaman-22 memang menyerupai MQ-9 Reaper.

Ruang di bagian depan drone ini digunakan sebagai tempat menyimpan peralatan elektronik.

Untuk diingat, di masa lalu Iran memang berhasil merampas atau menjatuhkan sejumlah drone AS sesuai klaimnya. Di antaranya RQ-170 Sentinel (dijatuhkan Iran tahun 2011), MQ-1 Predator (2016), ScanEagle (2021), dan juga RQ-4 Global Hawk (2019). Serpihan-serpihan drone RQ-4 bahkan dipajang di National Aerospace Park di Teheran.

Melalui drone-drone yang berhasil dimiliki itu, diduga Iran telah mengembangkan rekasaya teknologi untuk membuat drone dalam negeri.

Komandan Angkatan Udara Republik Islam Iran (IRIAF) Brigjen Aziz Nasirzadeh menyaksikan langsung peluncuran drone baru Iran pada 24 Februari 2021 di Universitas Aeronautika Shahid Sattari di Teheran.

Ia memuji desain yang dibuat Iran dan akan mendukung penggunaan drone ini untuk Angkatan Udara Iran.

Kaman-22Twitter

“Kaman-22 adalah drone tempur berbadan lebar pertama Iran dan mampu membawa beragam kargo dengan durasi terbang yang sangat tinggi dan lebih dari 24 jam serta jarak tempuh 3.000 km,” ujarnya seperti diberitakan IRNA.

Ditambahkan, drone ini memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi, memantau, mengumpulkan informasi, foto target jarak jauh, dan mampu membawa beragam amunisi cerdas dan memiliki kemampuan tempur tinggi.

“Kami hari ini mencapai kesempurnaan dalam memproduksi beragam drone, baik tempur, identifikasi, dan perang elektronik dengan beragam misi. Kami meraih teknologi untuk memproduksi beragam drone yang kami butuhkan serta di masa depan. Kami berencana memproduksi berbagai drone lain,” ujarnya dengan bangga.

Masih diragukan?

Bagi Iran sendiri, Kaman-22 bukan yang pertama di buat. Di kelas drone MALE (medium-altitude, long-endurance) ini Iran malah sudah memiliki Shahed-129 (S129) yang terbang perdana tahun 2012. Drone S129 juga telah digunakan Iran di Suriah.

Tahun 2017, pesawat tempur AS mengklaim berhasil menembak dua drone S129 milik Iran di dekat Kota At Tanf.

drone Iran Kaman-22Twitter

Drone Kaman-22 dan persenjataannya.

Iran juga telah menghasilkan sejumlah drone lain seperti seri HESA Ababil, Qods Mohajer, HESA Karrar, dan IAIO Fortros.

Roni Sont

One Reply to “Drone Tempur Iran Kaman-22, Jiplakan MQ-9 Reaper?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *