Tambah lagi pesaing N219 Nurtanio, Saras Mk2 dari India

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Setelah gagal dengan proyek pesawat penumpang ringan Saras (Bangau) yang dihentikan pada 2016, NAL (National Aerospace Laboratory) India kembali meluncurkan proyek baru yang dinamai Saras Mk2.

Untuk menindak lanjuti proyek ini, pada Februari 2019 Kementerian Keuangan India telah menyetujui dana pengembangan Saras Mk2 dengan anggaran sebesar 6.000 crore (840 juta dolar AS).

Pemerintah lndia diharapkan menjadi pelanggan pertama dan membeli setidaknya 50-60 pesawat Saras Mk2 untuk membuat produksinya layak secara komersial.

NAL menawarkan desain baru pada Saras Mk2.

Terlihat perubahan yang cukup mencolok di mana posisi mesin turboprop dipindah ke sayap utama, meninggalkan model mesin pusher yang ditempatkan di belakang.

Saras Mk2 juga menawarkan kapasitas penumpang lebih banyak menjadi 19 orang dibandingkan Saras generasi pertama yang hanya 14 orang.

Saras Mk2 akan dilengkapi teknologi aviasi terkini, seperti kokpit digital penuh, fitur keselamatan baru, struktur desain aero baru, dan mesin yang lebih irit dan bertenaga.

Disebutkan, per unit Saras Mk2 akan dibanderol lebih murah 20-25 persen dibandingkan pesawat sekelas seperti Dornier Do 228 yang buat lisensi oleh pabrik HAL (Hindustan Aeronautics Limited).

Jembatan udara di India

Saras Mk2 akan digunakan sebagai jembatan udara menghubungkan antarwilayah India yang cukup luas, terutama daerah dengan fasilitas bandara yang minim.

Selain angkutan penumpang sipil regional, NAL juga menawarkan varian untuk militer sebagai pesawat angkut pasukan serbaguna dinamai Saras Mk3.

Seperti diberitakan The Hindu, NAL akan membuat dua prototipe uji terbang. Ditargetkan Saras Mk2 akan mengudara pertama pada 2024 mendatang.

Rangga Baswara Sawiyya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *