Geber penjualan senjata, enam negara dapat lampu hijau dari AS

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Amerika Serikat tengah menggeber penjualan sistem persenjatanya. Enam negara mendapatkan lampu hijau dari Departemen Luar Negeri AS untuk melaksanakan kontrak pembelian. Keenam negara tersebut adalah Arab Saudi, Libanon, Kroasia, Kanada, Brasil, dan Korea Selatan.

Diperkirakan, total nilai penjualan sistem persenjataan yang akan segera ditindaklanjuti ini mencapai 1,55 miliar dolar AS.

Seperti diumumkan oleh Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan (DSCA), keputusan dari Departemen Luar Negeri AS untuk persetujuan Penjualan Militer Asing (FMS) tersebut akan ditindaklanjuti dengan negosiasi tentang harga dan kuantitas yang disepakati.

Pelatihan Militer hingga upgrade C-17 Globemaster III

Untuk Arab Saudi, kontrak senilai 350 juta dolar AS mencakup dukungan pelatihan selama lima tahun melalui Misi Pelatihan Militer AS ke Arab Saudi. Sebuah kantor di Riyadh dengan 330 anggota layanan dan kontraktor AS akan membantu pelatihan militer Arab Saudi.

Untuk Libanon, kontrak 55,5 juta dolar AS akan digunakan untuk membeli 300 unit kendaraan mobilitas tinggi M1152 Humvee untuk melengkapi seribu unit yang telah dimiliki. Kendaraan-kendaraan ini akan digunakan untuk mendukung program melawan organisasi ekstremis brutal dan pengamanan wilayah perbatasan.

Untuk Kroasia, kontrak senilai 757 juta dolar AS akan digunakan antara lain untuk memperbarui 76 unit M2A2 Bradley IFV. Kendaraan-kendaraan ini merupakan peninggalan Operasi Badai Gurun yang ingin ditingkatkan kemampuannya. Kemudian juga untuk membeli paket persenjataan, radio komunikasi, simulator, dan lainnya.

Baca Juga: Rantis baru SSE P6 ATAV V3 tampil perdana di Rapim Kemhan 2020

Untuk Kanada, kontrak senilai 275 juta dolar AS akan digunakan untuk peningkatan kemampuan lima pesawat angkut C-17 Globemaster III. Paket ini mencakup modifikasi perangkat keras dan perangkat luna, dukungan suku cadang, dukungan teknis, dan lainnya.

Untuk Brasil, kontrak senilai 70 juta dolar AS akan digunakan untuk 22 kit konversi MK 54 yang akan mengubah torpedo MK 46 Mod 5 A(S) yang dimiliki menjadi torpedo ringan MK 54 Mod 0. Torpedo-torpedo ini akan melengkapi armada helikopter Sikorsky S-70B Seahawk dan kapal-kapal perang  permukaan

Baca Juga: Belgia borong 322 unit kendaraan taktis Oshkosh JLTV dari Amerika Serikat

Sementara untuk Korea Selatan, kontrak 39 juta dolar AS akan digunakan untuk membeli dua sistem MK 15 MOD 25 Phalanx Close-In Weapons System Block 1B Baseline 2, paket pelatihan, dan 4.000 peluru. Sistem senjata ini akan dipasang pada kapal pertama kelas KDX III Batch II.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *