Hilang misterius, Presiden Taiwan minta pesawat F-16 tidak diterbangkan

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Hilangnya satu pesawat F-16 milik Angkatan Udara Taiwan (ROCAF) dua menit setelah lepas landas pada Selasa, 17 November 2020, masih misterius. Presiden Taiwan Tsai Ing-wen meminta armada pesawat ini tidak diterbangkan sementara sampai ada titik temu yang jelas.

Seperti diberitakan sebelumnya, satu pesawat F-16 ROCAF dengan nomor registrasi 6672 menghilang dari layar radar sesaat setelah terbang dari Pangkalan Angkatan Udara Hualien di pantai timur negeri itu.

Pesawat melaksanakan penerbangan untuk melakukan latihan malam hari dengan dua F-16 lainnya.

Hilangnya F-16 terjadi tiga minggu setelah satu pesawat F-5 ROCAF, yang telah digunakan sejak akhir 1970-an, jatuh pada akhir Oktober 2020.

Angkatan Udara Taiwan kehilangan dua pesawat tempur kurang dari satu bulan

Kehilangan dua pesawat tempur dalam kurun waktu kurang dari satu bulan menimbulkan pertanyaan tersendiri di tengah upaya Taipei meningkatkan aktivitas pencegatan terhadap pesawat-pesawat China.

F-16A Block 20 yang hilang dari kontak radar dan belum ditemukan hingga saat ini, telah digunakan oleh ROCAF sejak Agustus 1999.

Pesawat ini merupakan bagian dari pengadaan 150 unit F-16A/B Block 20 oleh Taiwan melalui program “Peace Fenghuang” tahun 1992.

Di tahun itu juga, Taiwan juga membeli 60 jet Dassault Mirage 2000.

Kementerian Pertahanan Nasional meminta media untuk tidak berspekulasi

Terkait jatuhnya F-16 Presiden Tsai tetap meminta Kementerian Pertahanan Nasional (MND) untuk meningkatkan kewaspadaan yang tinggi menghadapi China.

“Saya minta kementerian pertahanan untuk tidak sedikit bersantai dalam kesiapan pertahanan dan tempur guna menjamin keamanan nasional,” ujar Tsai.

Baca Juga: Deplu AS setujui penjualan 4 MQ-9B SkyGuardian kepada Taiwan

Sementara itu, MND meminta media untuk tidak berspekulasi tentang apa yang terjadi pada F-16. MND juga menegaskan, terus meningkatkan kesiapan tempurnya.

“Menanggapi situasi yang semakin serius di Selat Taiwan, militer terus memperkuat pelatihan kesiapsiagaan tempur untuk menjamin keamanan nasional,” tulis MND seperti diberitakan Reuters.

Washington menyetujui penjualan 66 F-16V terhadap Taiwan senilai 8 miliar dolar AS

Taiwan akan mendapatkan tambahan F-16 setelah Amerika Serikat tahun lalu menyetujui penjualan 66 F-16 Viper senilai 8 miliar dolar AS.

Atas kesepakatan tersebut, armada F-16 Taiwan akan berjumlah lebih dari 200 unit, terbesar di Asia.

Baca Juga: AS setujui penjualan rudal SLAM-ER dan pod pengintai MS-110 ke Taiwan

Hilangnya F-16 merupakan kecelakaan pesawat militer keempat Taiwan tahun ini.

Pada Januari 2020, perwira tinggi militer Taiwan termasuk di antara delapan orang yang tewas setelah sebuah helikopter yang mengangkut mereka jatuh di daerah pegunungan dekat ibu kota Taipei.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *