Pentagon akan mendirikan akademi pelatihan khusus melumpuhkan drone

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) sedang menyiapkan pendirian akademi khusus yang akan memberikan pelatihan kepada semua personel tentara gabungan bagaimana caranya melumpuhkan drone, khususnya drone berukuran kecil.

Pendidikan semacam ini, dirasa oleh Pentagon belum maksimal diberikan di satuan-satuan militer. Sementara keberadaan drone, diakui sebagai salah satu ancaman potensial di masa mendatang.

“Pentagon menilai, saat ini tidak ada kesamaan untuk pelatihan kontra-UAS di seluruh departemen,” ujar Letnan Kolonel David Morgan dari Divisi Persyaratan dan Kemampuan Kantor Sistem Pesawat Tak Berawak Gabungan seperti Airspace Review kutip dari pemberitaan Defense News pada 30 Oktober 2020.

Dijelaskan, selama ini rata-rata prajurit, penerbang, atau personel Marinir tidak mendapatkan pelatihan kontra-UAS yang memadai.

Menciptakan elemen pelatihan untuk melawan drone kecil, merupakan salah satu bagian dari upaya Pentagon yang lebih besar untuk mengembangkan kemampuan C-sUAS menghadapi evolusi ancaman pesawat tak berawak.

Joint Counter-Small Unmanned Aircraft Systems Office (JCO) telah didirikan Pentagon pada awal 2020 dan telah menyiapkan sistem sementara untuk mengisi kekosongan dalam mengembangkan kemampuan menghadapi ancaman di masa depan.

Dijelaskan Morgan, kantor ini telah mengembangkan strategi C-sUAS bersama yang baru.

Anti drone tentara perancisAFP

Tentara Perancis memperlihatkan senjata anti-drone dalam parade militer Bastille Day.

JCO telah merumuskan taktik, teknik, dan prosedur bersama dalam memperbarui doktrin yang ada untuk menyempurnakan garis-garis dasar pendidikan kontra drone di seluruh satuan militer AS.

Akademi C-sUAS akan didirikan oleh Pentagon di Fort Sill, Oklahoma. Akademi ini akan mengunakan instruksi-instruksi yang sebelumnya diberikan di Yuma Proving Ground, Arizona dengan pengembangan-pengembangan sistem inti yang lebih baru.

Diharapkan, Akademi C-sUAS akan memulai pendidikan pada 2024 dan mencapai kemampuan operasional penuh pada 2025.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *