Point Blank 20-4, latihan tempur udara gabungan di atas Laut Utara

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Para penerbang tempur F-15 Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dari Wing Tempur ke-48 yang berbasis di RAF Lakenheath, Inggris bersama dengan satuan-satuan tempur udara USAF di Eropa dan Afrika datang ke RAF Marham di Inggris.

Di tempat tersebut, mereka bergabung dengan para penerbang tempur dari Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) dan Angkatan Udara Kerajaan Belanda (RNLAF).

Datang pula para penerbang F-16 USAF dari Skadron Tempur ke-510 dan ke-555 yang berpangkalan di Aviano, Italia.

Dan untuk pertama kalinya, hadir pula para penerbang tempur F-35B dari Skadron Tempur Serang 211 Korps Marinir AS (USMC), melengkapi para penerbang tempur F-35A dari RNLAF dan F-35B dari RAF.

Untuk pertama kalinya pula, hadir armada pembom strategis B-52 Stratofortress dari Komando Serang Global AS yang dikerahkan ke RAF Fairford untuk melaksanakan patroli udara global ke seluruh wilayah udara negara-negara NATO.

Semua kekuatan tersebut berkumpul di atas Laut Utara untuk melaksanakan salah satu latihan udara gabungan terbesar bersandi Point Blank 20-4.

Departmen Pertahanan AS (US DoD) mengatakan, latihan udara gabungan Point Blank 20-4 bertujuan meningkatkan kesiapan dan ketajaman tempur udara serta meningkatkan profisiensi para penerbang yang terlibat, Departemen Pertahanan AS, dan kekuatan udara NATO.

Sebanyak 50 pesawat dari seluruh peserta, melaksanakan latihan udara ini pada 10 September 2020 lalu.

Pelatihan yang dilaksanakan berfokus pada integrasi Defensive Counter Air antara jet-jet tempur generasi keempat dan kelima. Jet tempur dimaksud adalah F-15, F-16, dan Eurofighter Typhoon dari RAF. Latihan ini didukung oleh sejumlah tanker KC-135 Stratotanker dan RAF Voyager.

Armada Typhoon yang dikerahkan dari RAF Lossiemouth, memainkan peranan sebagai armada musuh dalam latihan tersebut. Mereka menyerang armada F-35, menyimulasikan serangkaian taktik pertempuran udara ke udara dan berbagai skenario ancaman.

Kemahiran pilot memanfaatkan keunggulan masing-masing pesawat dan strategi penyerangan maupun strategi pertahanan dipertaruhkan dalam hal ini.

Bagi para penerbang F-35, hal ini jelas menjadi suatu pelajaran dan tantangan tersendiri. Bagaimana mereka bisa memanfaatkan dan membuktikan keampuhan pesawat tempur generasi kelima dalam menghadapi ancaman-ancaman yang timbul dari jet-jet tempur generasi keempat.

Kalau mereka tidak bisa mengatasi, tentu saja akan menjadi suatu bahan evaluasi yang sangat mendalam.

Lebih dari itu, interoperabilitas dari kekuatan udara AS dan NATO, diuji dalam latihan ini.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *