Rusia dan India bersepakat untuk mengekspor rudal jelajah BrahMos

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Rusia dan India telah bersepakat untuk memberikan izin kepada BrahMos Aerospace, perusahaan patungan Rusia-India pembuat rudal jelajah supersonik BrahMos, untuk mengekspor rudal ini kepada negara-negara ketiga.

Hal ini dikatakan Kepala Manajer Umum BrahMos Aerospace, Praveen Pathak, menjawab pertanyaan media dalam pelaksanaan forum teknik-militer Army-2020.

“Banyak negara menunjukkan minat yang besar (untuk membeli rudal BrahMos. Saat ini kami bekerja dengan kolega kami dari Rusia. Kami sudah mendapatkan izin dari pemerintah Rusia dan pemerintah India, dan kami berharap dapat segera melaksanakan hal itu setelah pandemi ini berakhir,” kata Pathak seperti diberitakan Sputnik, Senin (24/8/2020).

BrahMos Aerospace dibentuk tahun 1998 dengan pabrik di Hyderabad, India. Perusahaan ini merupakan perpaduan antara NPO Mashinostroyeniya dari Rusia dan Defence Research and Development Organisation (DRDO) dari India.

Nama BrahMos merupakan gabungan dari Brahmaputra dan Moskva. Rudal BrahMos merupakan rudal jelajah supersonik jarak menengah bermesin ramjet.

BrahMos dibuat dalam tiga platform peluncuran, yaitu dari wahana darat, laut, dan uara. Rudal ini dikembangkan dari rudal jelajah antikapal P-800 Oniks (versi ekspor diberi nama Yakhont) buatan Rusia.

Rudal BrahMos mampu terbang menjelajah dengan kecepatan hinggga 2,8 Mach.

Untuk varian yang diluncurkan dari darat, BrahMos mampu membawa 200 kg hulu ledak. Sementara untuk varian yang diluncurkan dari udara mampu membawa 300 kg hulu ledak dan telah sukses diuji coba menggunakan jet tempur Su-30MKI.

BrahMos Aerospace pada awalnya mengembangkan BrahMos dengan jarak jelajah di bawah 300 km. Selanjutnya rudal ini ditingkatkan lagi kemampuan jarak jelajahnya hingga lebih dari 400 km.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *