Tanggapi Taiwan borong Viper, RRC pamerkan bom luncur penghancur landasan

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Selang beberapa hari setelah pengumuman resmi transaksi penjualan 66 unit F-16V Block 70 Fighting Falcon dari Amerika Serikat pada Taiwan, Republik Rakyat China (RRC) yang mengeluarkan reaksi keras, memberi tanggapan tambahan.

Seperti dilansir eastday.com yang dikutip The Drive,  salah satu televisi milik pemerintah RRC yaitu China Central Television (CCTV) menayangkan video pendek yang menunjukkan salah satu arsenal senjata penghancur Angkatan Udara RRC (PLAAF).

Arsenal yang dimaksud adalah munisi berpemandu presisi (precision guided munition/PGM) yang secara visual terlihat amat mirip dengan rudal jelajah AGM-154 Joint Stand-Off Weapon (JSOW) milik Amerika Serikat.

Tayangan CCTV menyebutkan bahwa “bomb dispenser” berbobot sekitar 500 kg tersebut dapat membawa ratusan submunisi yang dapat disebar (dispersed) untuk penghancuran target dalam area kisaran 6.000 meter persegi.

Lebih lanjut disebutkan bahwa munisi luncur udara buatan North Industries Group Corporation (NORINCO) tersebut dapat melayang tanpa bantuan roket pendorong (glide) sejauh 60 km dari pesawat peluncurnya dan dapat disetel untuk menghantam berbagai jenis target mulai dari target di permukaan daratan hingga target di permukaan laut.

Kemampuan menyebar ratusan submunisi secara presisi memungkinkan munisi luncur udara tersebut dimanfaatkan sebagai arsenal penghancur landasan udara.

Dengan kata lain, tayangan CCTV tersebut seolah jawaban RRC bahwa ancaman dari puluhan jet tempur F-16V Taiwan bisa “dinetralisir” dengan menghancurkan landasan udara yang dipakai untuk mengperasukan jet-jet tempur Taiwan.

Antonius KK

One Reply to “Tanggapi Taiwan borong Viper, RRC pamerkan bom luncur penghancur landasan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *