Proyek tak dilanjutkan, USAF dapat limpahan F-35A pesanan Turki

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pengumuman pengalihan delapan unit jet tempur F-35A Lightning II pesanan Turki kepada Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) oleh Departemen Pertahanan AS pada 20 Juli 2020, menjadikan USAF akan mendapatkan limpahan F-35A.

Pesawat produksi Lot 14 ini dilimpahkan Washington kepada USAF karena Ankara telah dijatuhi sanksi menyusul pembelian sistem pertahanan udara S-400 Triumf dari Moskow.

Sebelum dialihkan kepada USAF, F-35A untuk Turki konfigurasinya disesuaikan terlebih dahulu dengan kebutuhan penuh operasionalisasi di USAF.

USAF melakukan pembelian 14 F-35A Lot 14 senilai 861,7 juta dolar AS. Hal ini termasuk modifikasi enam F-35A yang telah dibuat dan digunakan untuk pelatihan para pilot Angkatan Udara Turki di Luke Air Force Base, Arizona dan di Eglin Air Force Base, Florida.

Seluruh pesawat akan diserahkan Lockheed Martin kepada USAF dengan tenggat pengiriman terakhir pada Mei 2026.

Pembelian 14 F-35A Turki oleh USAF mengakhiri spekulasi selama setahun akan masa depan F-35A yang dibeli Ankara. Pasalnya, Turki telah berencana untuk membeli 100 unit jet siluman generasi kelima ini.

Lockheed Martin sebagai produsen F-35 pernah menyayangkan dibatalkannya pembelian ini, namun semua kembali kepada keputusan yang dibuat Washington. Turki merupakan salah satu mitra dari sembilan negara yang tergabung dalam Program F-35 sejak tahun 1999.

Seperti Airspace Review pelajari dari pemberitaan Defense News, keenam jet F-35A pertama untuk Turki, dibuat pada Lot 10 dan 11.

Selama setahun belakangan, pesawat-pesawat tersebut telah disimpan di tempat penyimpanan pesawat.

Kongres AS telah memberikan izin kepada Pentagon perihal pengeluaran 30 juta dolar untuk penerbangan pesawat tersebut ke tempat penyimpanan termasuk biaya perawatannya selama tidak digunakan.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *