AS jual Sniper Pod, LANTIRN ER, dan IRST21 kepada 25 negara termasuk Indonesia

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Amerika Serikat (AS) melalui Lockheed Martin (LM) menjual tiga jenis perangkat sensor untuk pesawat tempur yaitu Sniper Advanced Targeting Pod (ATP), Low Altitude Navigation and Targeting Infrared for Night Extended Range (LANTIRN ER), dan Infrared Search and Track 21 (IRST21) kepada 25 negara termasuk Indonesia.

Saat ini LM mendapatkan kontrak 485 juta dolar AS untuk penjualan perangkat sensor-sensor tersebut melalui mekanisme Foreign Military Sale (FMS).

Demikian diumumkan Departemen Pertahanan AS (US DoD) pada 18 Mei 2020.

Kontrak juga mencakup pengadaan sensor untuk Militer AS. Pengadaan barang-barang untuk kontrak 485 juta dolar AS ini akan dilaksanakan dalam periode lima tahun.

US DoD seperti Airspace Review kutip mengumumkan, negara-negara yang mendapatkan lampu hijau untuk pembelian tiga jenis sensor pesawat tempur tersebut adalah Bahrain, Belgia, Bulgaria, Kanada, Mesir, Yunani, Indonesia, Irak, Israel, Yordania, Korea, Kuwait, Maroko, Belanda, Norwegia, Oman, Pakistan, Polandia, Qatar, Rumania, Arab Saudi, Slowakia, Taiwan, Thailand, dan Turki.

Washington memberikan keleluasaan kepada negara-negara yang telah disebutkan, untuk melaksanakan pembelian seluruh sensor yang ditawarkan.

Selain itu, Pentagon juga telah mengeluarkan fleksibilitas berupa IDIQ (Indefinite Delivery/Indefinite Quantity) kepada Lockheed Martin.

Artinya, LM dapat menjual ketiga jenis sensor untuk pesawat tempur tersebut dalam jumlah dan pengiriman yang tidak terbatas.

US DoD mengatkan, hal ini dilakukan untuk membangkitkan kembali industi pertahanan AS setelah terkena resesi ekonomi akibat wabah virus corona.

Roni Sontani

One Reply to “AS jual Sniper Pod, LANTIRN ER, dan IRST21 kepada 25 negara termasuk Indonesia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *