China ekspor perdana AR2 MLRS kepada Maroko

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Militer Maroko dikabarkan baru saja mendapatkan 36 sistem peluncur roket multilaras AR2 dari China. Hal ini seperti diwartakan oleh Al Watan Voice pada 8 Maret.

Berita ini menjadi menarik karena Maroko merupakan pengguna perdana versi ekspor PHL-03 MLRS tersebut.

PHL-03 merupakan sistem peluncuran roket berganda yang dibuat oleh NORINCO, China pada 2003.

Sistem ini mengambil basis pengembangan berdasarkan BM-30 Smerch buatan Uni Soviet yang dilanjutkan oleh Rusia. 

Namun demikian, NORINCO berhasil meracik PHL-03 dengan roket BRE2 kaliber 300 mm yang lebih mumpuni dengan jangkauan lebih jauh dari milik Smerch dengan kaliber roket yang sama. 

Roket BRE2 memiliki dimensi panjang 7,3 m, diameter 0,3 meter, massa lepas landas 840 kg, dan memiliki hulu ledak seberat 280 kg.

Pihak pabrikan mengklaim roket BRE2 tidak kompatibel dengan roket Smerch milik Rusia karena menggunakan motor dan komponen propelan yang berbeda.

PHL-03
Istimewa

Bila roket 300 mm Smerch berjangkauan maksimum 90 km, maka roket BRE2 300 mm memiliki jarak tembak efektif di kisaran 70–130 km.

Untuk jenis roket artileri kaliber 300 mm, PHL-03 masih mempertahankan konfigurasi asli Smerch dengan dibekali 12 tabung peluncur. Terbagi empat tabung di sisi kiri dan kanan, serta empat tabung berjajar di atas.

Jenis roket yang bisa diluncurkan PHL-03 selain dengan HE-FRAG (fragmentasi bahan peledak tinggi), juga tersedia roket berhulu ledak cluster dengan submunisi antilapis baja dan antipersonel dari jenis BRC3 (623 sub munisi) dan BRC 4 (414 sub munisi).

Salvo penuh dari sistem PHL-03 dapat mencakup area seluas 67 hektar dengan tingkat penghancuran yang maksimal.

Peran utama dari sistem roket artileri PHL-03 ini adalah untuk melibatkan target strategis jarak jauh.

Contonya seperti lapangan udara, pusat komando, fasilitas penyimpanan bahan bakar, baterai pertahanan udara, kelompok besar kaveleri, termasuk konsentrasi pasukan dalam jumlah besar.

Istimewa

Sistem roket PHL-03 dipasang pada sasis truk Wanshan WS2400 berpenggerak 8X8 yang diawaki empat orang. Kendaraan reload juga menggunakan basis truk yang sama dilengkapi crane hidrolik untuk memindahkan 12 roket isi ulang.

Berat tempur truk WS2400 mencapai 43 ton (21 ton bobot kendaraan dan 22 ton muatan). Kendaraan dibekali mesin diesel berdaya besar yang dapat melaju maksimum 60 km/jam dengan jangkuan operasi hingga 650 km.

Persiapan tempur PHL-03 hanya membutuhkan waktu dalam hitungan menit saja. Mulai dari pergerakan menempati posisi tembak, mendapatkan instruksi target, orientasi medan, posisi lintasan roket, hingga konfirmasi sudut peluncuran. Sementara waktu voli hanya butuh 38 detik saja. 

Setelah selesai, kendaraan butuh waktu singkat sekitar satu menit untuk persiapan meninggalkan lokasi secara cepat guna mencari titik peluncuran baru dan isi ulang roket.

Rangga Basawara Sawiyya

One Reply to “China ekspor perdana AR2 MLRS kepada Maroko”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *