Bell kembangkan drone angkut serbaguna APT 70 untuk militer dan sipil

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Di luar kebutuhan drone intai untuk militer dan drone hobi untuk sipil, saat ini juga mulai meningkat kebutuhan drone untuk angkutan penumpang (taksi) dan jasa pengiriman barang (paket).

Peluang ini tak disia-siakan oleh produsen drone maupun pabrikan pesawat besar dunia untuk melakukan pengembangan wahana tak berawak ini.

Salah satunya adalah produsen helikopter kenamaan asal AS, Bell Textron yang mengembangkan wahana kargo tanpa awak yang dinamai APT 70 (Autonomous Pod Transport, 70 pound).

Seperti Airspace Review kutip dari pemberitaan Jane’s, Bell telah menyelesaikan penerbangan pertama APT 70 di luar penglihatan garis visual atau BVLOS (beyond visual line of sight) pada 18 Februari 2020 lalu. Drone multi-rotor ini bepergian sejauh 10 mil di lokasi uji Choctaw Nation.

Demonstrasi penerbangan ini merupakan bagian dari pelaksanaan kontrak integrasi sistem dan operasionalisasi (SIO) yang dimenangkannya dari NASA (Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional) pada Februari 2019 silam.

Sebelumnya, APT 70 telah melaksanakan penerbangan otonom pertama pada 26 Agustus 2019. Lalu terbang membawa muatan pertama seberat 27,2 kg pada 16 Oktober 2019 di lokasi pengujian Bell dekat Fort Worth, Texas.

APT 70 dikembangkan berdasar APT 20 yang memiliki desain serupa dengan dimensi dan muatan yang lebih kecil (9 kg).

APT 20 dikembangkan untuk kebutuhan militer. Drone ini dipesan oleh US Naval Air Systems Command (NAVAIR) untuk digunakan oleh Korps Marinir AS.

APT 70 memiliki dimensi tinggi 1,8 m dan lebar 2,74 m, dan MTOW 136 kg. Kecepatan terbang maksimum 203 km/jam dan berdurasi terbang selama 55 menit.

APT 70
Bell Textron

Dengan muatan penuh 70 pon (32 kg) jangkauan operasinya sejauh 56 km. Sedangkan dengan muatan setengahnya (16 kg) mencapai 80 km. Sementara tanpa muatan bawaan APT 70 bisa terbang sejauh 100 km.

APT 70 digerakkan empat motor listrik, masing-masing memutar empat bilah kitiran yang memberikan tenaga dorong saat lepas landas vertikal. Pesawat kemudian terbang jelajah dengan posisi horizontal miring ke depan.

Dengan menerapkan sepasang sayap bertumpuk (biplane) ini, menghasilkan daya angkat lebih tinggi dan manuver lebih gesit. Kecepatan terbang APT 70 lebih tinggi dibandingkan drone multirotor sejenis.

Kelebihan lain APT 70 adalah konfigurasi ulang cepat untuk muatan serta pertukaran dan pengisian ulang baterai yang gesit sehingga dapat memangkas waktu penyelesaian misi. APT 70 juga hanya memerlukan dukungan operasional lapangan yang minimal.

APT-70
Bell Textron

Dalam layanan sipil APT 70 dapat digunakan untuk pengiriman paket, membawa keperluan medis kritis (seperti darah dan plasma), serta membawa bantuan ke wilayah bencana yang sulit dijangkau lewat darat.

Untuk mengoperasikan APT 70, personel menggunakan sistem kontrol layar sentuh yang dilengkapi dengan sensor untuk mendeteksi dan menghindari rintangan selama penerbangan. Navigasi otonom didukung oleh sistem penentuan posisi global (GPS).

Dalam pengembangan APT 70, Bell bertanggung jawab atas desain, produksi, dan integrasi sistem. Sedangkan Textron Systems menjadi pemasok sistem komando dan kontrolnya.

Lalu perusahaan Xwing menghadirkan teknologi deteksi dan hindar rintangan (DAT/delivers detect & avoid technologies). Sementara CASA menawarkan teknologi penghindaran cuaca (weather avoidance technology).

APT 70
Bell Textron

Selain itu pihak Bell melibatkan penyedia logistik Jepang, Yamato, untuk mengembangkan sistem pod yang ditempatkan di antara sayap. Wadah kargo ini dibekali roda agar mudah bermanuver di darat sebelum diangkat ke posisinya ke pesawat.

Pada bulan Desember 2019, majalah iptek Popular Science asal AS menganugerahi Bell APT 70 dengan ‘Best of What’s New Award’ dalam kategori produk kedirgantaraan 2019.

Bell sendiri menargetkan tahun depan APT 70 sudah masuk jalur produksi. Selanjutnya, perusahaan akan mengembangkan drone dengan muatan kargo yang lebih besar yakni APT 880 bermuatan 880 pon atau sekitar 400 kg.

Rangga Baswara Sawiyya

editor: ron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *