Kreasi baru empat kipas di ekor heli demonstrator Bell 229 EDAT

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Teknologi terus berkembang seiring penciptaan inovasi-inovasi baru di dunia kedirgantaraan. Khusus perkembangan di dunia sayap putar, Bell Textron baru saja memperlihatkan konsep empat kipas di ekor heli demonstrator Bell 429 EDAT (electrically distributed anti-torque) .

Bukan ditenagai langsung oleh mesin, kipas sebagai sistem antitorsi di helikopter ini menggunakan energi elektrik yang disuplai oleh mesin. Heli akan dikembangkan untuk kebutuhan komersial.

Salah satu yang mendasari digunakannya model kipas seperti ini, kata Bell, adalah untuk meningkatkan faktor keselamatan, mengurangi biaya operasi dan perawatan, serta mengurangi tingkat kebisingan dibanding penggunaan baling-baling ekor.

Empat kipas yang digunakan ditempatkan di bahu sirip ekor heli. Masing-masing kipas memiliki embat daun kipas. Setiap kipas digerakkan menggunakan satu motor, sehingga ada empat motor listrik penggerak untuk empat kipas di heli ini.

Seluruh integrasi sistem ini dilaksanakan di fasilitas Bell Textron di Mirabel, Quebec, Kanada.

Demonstrator Bell 429 EDAT, lanjut perusahaan, sebenarnya telah lama melakukan uji penerbangan perdana, yaitu pada 23 Mei 2019. Namun baru diumumkan kepada publik pada Jumat, 21 Februari 2020.

Hingga saat ini Bell 429 EDAT sudah mengumpulkan 25 jam terbang.

Bell belum mau memaparkan lebih jauh mengenai performa heli ini saat digunakan. Pihaknya hanya menyebut bahwa semua uji coba berhasil positif seperti yang diharapkan.

Bell 429 EDAT
Bell

Bell Textron masih akan melihat reaksi dari para pelanggan atas inovasi barunya. Kreasi ini, kata Bell, diciptakan atas kebutuhan pelanggan.

Ditambakan, saat di darat maka seluruh empat kipas di ekor heli otomatis berhenti berputar.

Penggunaan kipas sebagai pengganti rotor ekor konvesional sebenarnya bukan hal baru. Airbus misalnya, telah menerapkan model kipas Fenestron atau Fantail ini pada heli EC135 (H135) pada 1994. Namun, kipasnya hanya satu unit.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *